SketsaNusantara.id - Komika Bintang Emon terus menyuarakan kritik mengenai Rancangan Undang Undang Tentara Nasional Indonesia atau RUU TNI yang belakangan ini ramai jadi sorotan publik.
Bagaimana tidak, RUU TNI ini mengisyaratkan adanya peran ganda militer ketika Polri dan Prajurit TNI aktif diperbolehkan menduduki jabatan di kementerian maupun lembaga pemerintah yang dikhawatirkan akan mengembalikan konsep Dwifungsi ABRI.
Konsep Dwifungsi ABRI sempat dihapus pasca era Reformasi 1998. Adanya campur tangan militer dalam urusan masyarakat sipil juga memicu tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Baru.
Itulah sebabnya kebijakan ini banyak menuai kritik bahkan muncul penolakan hingga tagar "Tolak RUU TNI" seketika menggema di media sosial. Beberapa pengamat politik berpendapat bahwa kebijakan ini dapat mengancam supremasi sipil dan makin melemahkan prinsip demokrasi di Indonesia.
Salah satu yang menentang RUU TNI ini adalah Bintang Emon. Melalui akun Instagram pribadinya, komika berusia 28 tahun itu menyatakan penolakan dan menyebut kebijakan ini tidak efektif dan mengancam keselamatan masyarakat.
"Saya Bintang Emon mengajak untuk menolak RUU TNI. Ini adalah sebuah kemunduran dari apa yang sudah dibangun," tulis Bintang dalam postingan Instagram pribadinya yang diunggah hari Minggu, 16 Maret 2025.
"Apapun yang memiliki akses terhadap senjata dan kekerasan seperti TNI dan Polri harusnya tetap dalam fungsi alat saja, karena kalau sampai (TNI dan Polri) mengurusi jabatan sipil, maka intimidasi bukanlah hal yang tidak mungkin," imbuhnya.
"Pisau hanya cocok untuk menyobek, memotong dan menusuk, jangan paksa pisau untuk menjadi pengganti sendok ataupun penganti pulpen. (Kebijakan ini) Gak efektif dan hanya bikin (rakyat) terluka," tandasnya.
Postingan Bintang Emon seketika mendapat puluhan ribu likes dan dibanjiri dukungan dari netizen. Di sisi lain, 'buzzer' juga ikut menyerang karena pernyataannya dianggap tidak mendukung pemerintah.
Tanpa ragu, suami Alca Octaviani itu memberikan pesan menohok untuk buzzer. Menurut Bintang, alasan buzzer melontarkan argumen untuk membela pemerintah dianggap tidak relevan.
Pasalnya, Indonesia dibandingkan dengan negara besar seperti China dan Vietnam, tanpa mempertimbangkan kemungkinan buruk jadi negara termiskin seperti di Somalia atau Zimbabwe.