Dikutip dari Portal Informasi Indonesia, Soekiman memulai tradisi ini pada tahun 1951 saat ia menjabat sebagai Perdana Menteri.
2. Disebut Hadiah Lebaran
Penggunaan istilah THR rupanya baru dimulai pada tahun 1994 setelah Menteri Ketenagakerjaan melakukan perubahan untuk penyebutannya.
Pada awal dicetuskan, tunjangan ini dikenal dengan istilah ‘Hadiah Lebaran’.
3. Dulu THR hanya untuk ASN
Pada awalnya THR hanya diberikan kepada Pamong Pradja atau saat ini ASN.
Baca Juga: Kata Prabowo, THR Lebaran Karyawan Swasta, BUMN, dan BUMD Wajib Cair Paling Lambat H-7
Pemberian THR kepada ASN ini merupakan salah satu program kerja kabineet Sukiman-Suwirjo.
Kebetulan, saat itu perekonomian Indonesia sedang dalam keadaan stabil sehingga pemerintah dapat memberikan tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraan para ASN.
4. Sempat Picu Mogok Kerja
THR awalnya hanya diberikan kepada para aparatur negara sebagaimana program kabinet pada saat itu.
Namun hal ini memicu kecemburuan dari para pekerja perusahaan swasta yang saat itu tidak mendapatkan tunjangan.
Akhirnya pada tahun 1952, para pekerja swasta melakukan aksi protes dengan mogor kerja.
Mereka menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian tunjangan bagi pekerja swasta.