SketsaNusantara.id - Program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah mulai dilakukan simulasi di Jember, beberapa Taman Kanak-Kanak (TK) dan SD sudah memasuki tahap akhir persiapan.
Kendati demikian, DPRD Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk mendukung program tersebut.
"Memang ini program nasional dari Presiden Prabowo, sehingga kami bersama Pemkab Jember sudah menganggarkan di tahun 2025 sebesar Rp5 miliar untuk program ini," ujar Ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi di DPRD Jember, Selasa 17 Desember 2024.
Halim menjelaskan, yang menjalankan program makan bergizi gratis ini berada di bawah kewenangan dari Badan Gizi Nasional.
"Tetapi kita juga akan melakukan koordinasi terkait dengan leading sektor yang ada di Jember, sehingga anggaran yang sudah disiapkan bisa digunakan sesuai peruntukannya," jelasnya.
Badan Gizi Nasional yang menangani makan bergizi ini, menurutnya sudah memiliki jaringan hingga level daerah salah satunya Kodam V Brawijaya dan Polres Jember.
Baca Juga: Dinkes Jember Catat 600 Lebih Penderita Baru HIV AIDS di Tahun 2024
"Jadi Kodam V Brawijaya yang saat ini melakukan simulasi dan Polres Jember telah menyiapkan segala infrastrukturnya," imbuhnya.
Halim menyampaikan, jika dalam penyaluran program makan bergizi ini harus memperhatikan berbagai hal, terutama kandungan gizi makanan, sarana prasarana pembuatan hingga proses penyalurannya.
"Harus diawasi dengan benar proses penyalurannya, sehingga tepat pada sasaran khususnya anak sekolah," terangnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional di daerah, kemudian memastikan program ini berjalan dengan baik.
"Kita koordinasikan dulu dengan pihak-pihak lain seperti Kodam V Brawijaya, Polres Jember, Dinas Pendidikan, Kemenag dan Pondok Pesantren," ungkap Halim.
Artikel Terkait
UMK Jember Dirumuskan Naik 6,5 Persen Jadi Rp2,83 Juta, Disnaker: Keputusan Masih Belum Final
Ketua DPC PKB Jember Ayub Desak Bupati Hendy Minta Maaf, Usai Ngomong Honor Guru Ngaji Bakal Naik Jadi Rp2,5 Juta Tahun Depan
Komisi D DPRD Jember Bantah Bakal Ada Kenaikan Honor Guru Ngaji di Tahun 2025, Sunarsi: Kalau Ada Tambahan Dibahas di PAPBD
Kasus PMK Kembali Muncul di Jember, Puluhan Sapi Milik Peternak Terjangkit
Penyakit Mulut dan Kuku Serang Sapi-Sapi di Jember, Komisi B DPRD Jember Minta Dinas Peternakan Segera Lakukan Penanganan
Temukan Praktik Kios Jual Harga Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Ketua Komisi B DPRD Jember: Itu Ilegal Harus Disikapi!