Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas yang terbatas.
Kondisi laut yang tidak selalu bersahabat membuat setiap perjalanan membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.
"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan," ungkapnya.
Bagi Eka, tantangan tidak hanya datang dari perjalanan laut. Keterbatasan infrastruktur, termasuk akses listrik di sejumlah wilayah, turut memengaruhi komunikasi dengan nasabah.
Di sisi lain, waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Di tengah tanggung jawab tersebut, Eka juga menjalani peran sebagai seorang ibu yang terkadang harus berjauhan dengan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun.
"Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban," tuturnya.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka yang terus konsisten melayani masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.
Menurutnya, semangat yang ditunjukkan Eka menjadi gambaran nyata komitmen Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk di wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan terpencil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif dari Sudut Timur Indonesia, Perjalanan Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Berdayakan Kelompok Usaha di Merauke
12 Tahun Jadi Mantri BRI, Perjuangan Nuraini di Lombok Ini Tunjukkan Sosok Kartini Masa Kini yang Tak Takut Tantangan
KUR BRI Viral di TikTok, Menteri UMKM Puji Mantri yang Beberkan Aturan Tanpa Agunan dan Kuota Tambahan
Kasus YTR Bandung Jadi Sorotan DPR, Komnas Perempuan Dikritik karena Dinilai Terlalu Berteori dalam Respons Awal
Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar 30 Juni 2026, Pengadilan Siapkan Pengaturan Khusus karena Kapasitas Ruang Terbatas
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Tuntutan Penghapusan Pajak JHT, Pemerintah Akan Kaji Aturan dan Data Wajib Pajak
Mulai 2026! 80 Persen Beasiswa LPDP Diprioritaskan untuk Jurusan STEM dan Industri Strategis, Ini Daftar Bidangnya
Bukti Kesiapsiagaan Relawan, SIBAT dan KSR PMI Jember Evakuasi Bocah yang Pingsan Saat Kirab Petik Laut Puger