Rabu, 1 Juli 2026

Kisah Mantri Perempuan BRI, Tembus Ombak Layani Warga Pulau Terpencil di Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 30 Juni 2026 | 21:15 WIB
Momen Mantri perempuan BRI saat mengunjungi nasabah di wilayah 3T (Dok. BRI)
Momen Mantri perempuan BRI saat mengunjungi nasabah di wilayah 3T (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Menjangkau layanan keuangan di wilayah kepulauan bukanlah pekerjaan yang mudah.

Kondisi cuaca yang berubah-ubah hingga keterbatasan transportasi laut menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.

Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Eka Fitriyani Wulandari, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, untuk tetap melayani masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, BRI Peduli Menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi 60 Purna Pekerja Migran di Cirebon

Perempuan berusia 34 tahun tersebut secara rutin melakukan perjalanan ke Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit yang berada di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Tujuannya satu, memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap layanan perbankan.

Eka bergabung dengan BRI sejak 2014. Sebelum menjadi mantri pada 2018, ia lebih dulu menjalankan tugas sebagai teller dan customer service.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami kebutuhan nasabah, namun peran sebagai mantri memberinya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan," ujarnya.

Baca Juga: Masuk ke SMPN 4 Jombang, BRI Tanamkan Gemar Menabung dan Digitalisasi Transaksi di Lingkungan Sekolah

Dalam menjalankan tugasnya, Eka tidak hanya membuka akses pembiayaan.

Ia juga rutin mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, serta menggelar pertemuan bersama masyarakat dan kelompok usaha.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Eka berupaya memahami kebutuhan layanan keuangan warga sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.

Sebagian besar masyarakat di wilayah itu menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan, petani kelapa, hingga pelaku usaha sembako.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X