SketsaNusantara.id - Aksi mulia dilakukan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Diwek, Jombang Minggu 28 Juni 2026. Mereka menggelar santunan bagi 237 anak yatim. Acara digelar di halaman Masjid Al-Hilal Balongombo Desa Pundong.
Kegiatan memperingati tahun baru lslam di bulan Muharam ini diikuti sedikitnya 400 peserta. Mereka berasal para guru MI dari seluruh wilayah di Kecamaatan Diwek.
Tampak hadir sebagai tamu undangan Nur Khojin, kepala seksi pendidikan madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jombang. Termasuk ketua tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh dan Kepala KUA Kecamatan Diwek. Masyarakat sekitar juga tampak antusias mengikuti acara ini.
Rangkaian kegiatan sudah dimulai malam sebelumnya dengan khatmil Qur'an. Pagi itu dilanjut dengan pawai dan kirab yang diiringi group drum band. Termasuk pembagian hadiah doorprize bagi peserta yang beruntung.
Menurut penuturan Ketua KKMI Diwek, Adi Purnomo, terselenggaranya kegiatan KKMI Diwek ini didukung oleh banyak pihak.
"Terutama oleh seluruh guru sertifikasi se-Kecamatan Diwek, LP Ma'rif NU, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Tentu mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang," imbuhnya.
Tujuan kegiatan ini, lanjutnya, agar semua bisa meraih barokah bulan Muharam. "Caranya dengan berbagi kepada kepada anak yatim piatu MI se-Kecamatan Diwek," tandasnya.
Pria yang juga kepala MI Islamiyah Bendet ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara santunan anak yatim tahun ini.
"Kegiatan santunan ini sudah kali kesembilan diselenggarkan KKMI Diwek. Tahun ini jumlah donasi santunan mencapai 30 juta rupiah," ucapnya.
Kegiatan ini diapresiasi Ketua Yayasan Al-Hilal Balongombo, H. Miftahur Rohman. Dia berharap agar kegiatan santunan ini dapat menarik simpati masyarakat luas. "Ini sebagai contoh bentuk sedekah dan rasa peduli kepada anak yatim," ujarnya.
Hal senada disampaikan Nur Khojin, Kasi Pendma Kankemenag Jombang. Dia mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada penyelenggaraan kegiatan santunan anak yatim di KKMI Diwek. "Semoga membawa keberkahan bagi guru maupun murid MI se-Kecamatan Diwek," katanya.
Baca Juga: Mengapa Disebut Bulan Suro? Menelusuri Makna, Sejarah, dan Kaitannya dengan Tahun Baru Jawa
Kegiatan santunan ini, inbuhnya, bisa menjadi penanda pelaksanaan pembelajaran kurikulum berbasis cinta dengan aspek cinta dan kepedulian terhadap sesama. "Bukan hanya itu, walau bisyaroh guru di madrasah sedikit tapi mampu berbagi, ini luar biasa," tambahnya.
Artikel Terkait
Gebyar Muharam, IGRA di Jombang Santuni Puluhan Anak Yatim