SketsaNusantara.id – Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah agar stabilitas kebutuhan masyarakat tetap terjaga. BRI mengambil peran program itu agar program pemerintah sukses secara nasional.
Di Jombang, BRI cabang setempat bersinergi dengan Polres menyalurkan alat pengering (bad dryer) jagung atau padi kepada petani. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 5 unit alat pengering disalurkan kepada petani melalui Polres Jombang.
“Kita bersinergi dengan Polres Jombang memberikan mesin-mesin itu kepada petani,” terang Pimpinan Cabang BRI Jombang Boedhi Winaryo, awal pekan ini.
Boedhi mengatakan, penyaluran mesin pengering itu dilaksanakan pada akhir tahun 2025 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR. Pemberian ini, sambung Boedhi, merupakan usulan dari Polres Jombang.
Menurut Boedhi, dari beberapa penyaluran Program TJSL, pemberian bad dryer kepada petani ini paling berkesan. Ia memberi alasan, pemberian itu dilakukan secara resmi di hadapan para petani. “Jadi Pak Kapolres membuat acara khusus untuk menyerahkan bad dryer. Acara pemberiannya secara resmi. Menurut saya ini paling berkesan karena di hadapan para petani,” ujar Boedhi.
Boedhi mengatakan, alat tersebut cukup canggih dan sudah otomatis. Dengan pemberian alat ini, pihaknya berharap usaha pertanian semakin baik. “Untuk itu alat tersebut mohon dijaga dengan baik,” pinta Boedhi.
Ia melanjutkan, ada dua model penyaluran TJSL BRI. Pertama, kata dia, ada usulan dari bawah. Yang kedua merupakan kebijakan BRI kantor pusat.
“Kalau usulan dari bawah kita ajukan ke kantor wilayah. Tentu dilengkapi dengan data pendukung. Kantor wilayah nanti ada bagian yang membidangi dan meneruskan ke corporate secretary. Begitu itu disetujui kembali ke sini (BRI cabang, red). Lalu pengadaan,” terangnya.
Peran Polres Jombang
Penyaluran bad dryer kepada 5 gabungan kelompok tani (gapoktan) dari BRI Cabang Jombang melalui Program TJSL/CSR tidak lepas dari peran Polres setempat. Kepala Seksi Keuangan Polres Jombang, As’ad Sutejo kepada SketsaNusantara.id menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Kapolres AKBP Ardi Kurniawan.
“Waktu itu beliau berpikir kira-kira yang dikeluhkan petani itu apa. Kemudian muncul keluhan petani saat musim penghujan mereka sulit mengeringkan jagung yang telah dipanen. Bermula dari situ kemudian saya mengajukan CSR BRI berupa mesin pengering,” kata As’ad.
Baca Juga: Lulus, Siswa MA Alif Laam Miim Surabaya 100 Persen Diterima PTN
As’ad mengaku, dari sejumlah CSR BRI yang diterima Polres Jombang, pengajuan kali ini prosesnya paling cepat. “Pengajuannya Juli, direalisasikan pada Desember tahun kemarin,” katanya.
Artikel Terkait
Hidupkan Semangat Baru, BRI Peduli Hadirkan Ambulans untuk Pekerja Sosial di Jombang
Peduli Kesehatan, BRI Salurkan Alkes ke RSI Jombang