Penerima mesin tersebut, sebutnya, yakni: Gapoktan Desa Keras, Kecamatan Diwek; Gapoktan Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo; Gapoktan Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto; Gapoktan Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh; dan Gapoktan Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro.
Dipilihanya 5 gapoktan tersebut, ujar As’ad, karena desa-desa itu adalah penghasil jagung terbanyak dari desa lainnya. “Sebelumnya kami menilai desa mana penghasil jagung yang banyak,” ucap As’ad.
Mengenai spesifikasi, mesin seharga Rp35 per unit itu dapat mengeringkan jagung dengan kapasitas 3 ton sekali beroperasi. “Kapasitasnya 3 ton. Untuk bahan bakarnya menggunakan wood pallet,” katanya.
As’ad menjelaskan, Polri mendukung penuh Asta Cita Presiden dengan fokus utamanya swasembada jagung. “Jadi ada kaitan mengapa Polres Jombang membantu petani jagung,” kata dia.
Sementara, Kades Gempollegundi, Sugiantara Alip mengaku senang atas penerimaan mesin pengering jagung tersebut. “Ya senang, dapat bantuan. Apalagi mesin pengering ini menjadi solusi kalau musim penghujan. Misalkan keadaan darurat pasti dipakai kedepannya,” kata Alip.
Mengenai pengelolaannya, pihaknya akan menyerahkan ke Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan gapoktan. “Alat ini akan kita taruh di gedung KDMP. Pengelolaannya biar jadi satu dengan gapoktan,” ucap Alip.
Senada disampaikan Ketua Gapoktan Gempollegundi, Sari (77). “Kami sangat senang menerima mesin ini. Di sini memang banyak petani jagung. Pasti dipakai kalau sedang musim penghujan,” pungkas Sari saat ditemui di rumahnya, Dusun Balongkebek.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Hidupkan Semangat Baru, BRI Peduli Hadirkan Ambulans untuk Pekerja Sosial di Jombang
Peduli Kesehatan, BRI Salurkan Alkes ke RSI Jombang