Pengakuan tersebut menambah perhatian publik terhadap kasus yang berkembang di Sibolga Selatan. Apalagi program MBG merupakan salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah dan menyangkut pelayanan kepada masyarakat.
Hingga kini, tudingan yang disampaikan Abri masih menunggu tanggapan resmi dari pihak yayasan yang disebut dalam keterangannya. Belum ada pernyataan resmi yang disampaikan yayasan maupun otoritas berwenang terkait dugaan mark up, kualitas bahan baku, maupun tekanan yang diungkapkan kepala SPPG tersebut.
Sementara itu, publik masih menantikan hasil penelusuran dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait. Perkembangan kasus ini terus menjadi perhatian karena menyangkut pengelolaan program pemerintah, penggunaan anggaran, serta pelaksanaan layanan pemenuhan gizi di daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Menu MBG Perdana di Salah Satu MI di Pasuruan “Garingan” Tanpa Sayur
Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Menu Pangsit Isi Tahu dari SPPG Pulogebang Jadi Sorotan
Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita
Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Olahan Daging MBG, Operasional SPPG Dihentikan
Terungkap Kondisi SPPG Sukabumi yang Viral karena Ulat di Makanan MBG, Wakil BGN Sebut Alurnya Amburadul