SketsaNusantara.id - Pengakuan seorang kepala dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara menjadi perhatian publik. Video klarifikasi yang beredar di media sosial memicu perbincangan luas karena tidak hanya memuat pengakuan kesalahan pribadi, tetapi juga tudingan mengenai dugaan pelanggaran dalam operasional program pemerintah.
Sosok yang menjadi sorotan adalah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, Sumatera Utara, Abriadi Tri Putra Bungsu. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026, ia menyampaikan klarifikasi terkait sejumlah isu yang ramai dibahas masyarakat.
Abri mengakui keterlibatannya dalam aktivitas judi online. Ia juga mengakui pernah membawa seorang wanita yang bukan pasangan sah ke area dapur MBG saat menjalankan tugasnya.
"Saya mengakui bahwa video tersebut adalah benar," ungkap Abri.
Dalam keterangannya, Abri menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Menurutnya, persoalan itu telah diselesaikan secara internal setelah dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar dan menerima teguran dari pimpinan.
Namun, kasus tersebut kembali menjadi perhatian setelah dirinya mengungkap adanya dugaan pelanggaran dalam pengelolaan dapur MBG yang dipimpinnya. Ia menyebut persoalan itu berkaitan dengan berbagai aspek operasional yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Abri mengaku menemukan sejumlah permasalahan selama menjalankan tugas sebagai kepala SPPG. Ia menyoroti kualitas bahan baku yang disebut tidak sesuai standar. Selain itu, ia juga menyinggung kondisi fasilitas dapur yang dinilai belum memenuhi petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Tak hanya itu, Abri juga mengungkap dugaan praktik mark up harga dalam pengadaan kebutuhan dapur. Ia turut menyoroti persoalan distribusi bahan baku yang disebut mengalami keterlambatan.
Menurut pengakuannya, berbagai laporan yang disampaikan kepada pihak terkait tidak berjalan tanpa hambatan. Ia mengaku mendapat tekanan psikologis setelah menyampaikan temuan tersebut.
"Mereka menyampaikan punya banyak media dan video itu terus dijadikan dasar tekanan psikologi kepada saya," terangnya.
Dalam video klarifikasinya, Abri menjelaskan bahwa laporan yang ia kirimkan kepada Badan Gizi Nasional berujung pada keluarnya surat peringatan pertama terhadap dapur yang dipimpinnya. Tidak lama kemudian, diterbitkan surat pemberhentian sementara tertanggal 21 Mei 2026.
Selain menyoroti dugaan pelanggaran administrasi dan operasional, Abri juga mengungkap adanya persoalan terkait keselamatan kerja. Ia menyebut dapur yang dipimpinnya hampir mengalami kebakaran beberapa hari sebelumnya karena fasilitas yang menurutnya belum sesuai standar operasional.
Artikel Terkait
Menu MBG Perdana di Salah Satu MI di Pasuruan “Garingan” Tanpa Sayur
Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Menu Pangsit Isi Tahu dari SPPG Pulogebang Jadi Sorotan
Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita
Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Olahan Daging MBG, Operasional SPPG Dihentikan
Terungkap Kondisi SPPG Sukabumi yang Viral karena Ulat di Makanan MBG, Wakil BGN Sebut Alurnya Amburadul