Selasa, 30 Juni 2026

Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Menu Pangsit Isi Tahu dari SPPG Pulogebang Jadi Sorotan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi MBG. (Pexel.com/ Ella Olsson)
Ilustrasi MBG. (Pexel.com/ Ella Olsson)

SketsaNusantara.id - Kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis atau MBG kembali terjadi di Jakarta Timur. Kali ini, ratusan siswa sekolah dasar di wilayah Pulogebang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan pihak penyedia MBG.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Sejumlah orang tua siswa mulai mengunggah keluhan dan kondisi anak-anak mereka usai menyantap menu MBG pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam kasus terbaru ini, sebanyak 252 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan. Sebagian besar korban berasal dari beberapa sekolah dasar dan madrasah di kawasan Jakarta Timur.

Baca Juga: Menu MBG Perdana di Salah Satu MI di Pasuruan “Garingan” Tanpa Sayur

Kasus tersebut pertama kali ramai dibahas setelah unggahan akun Threads bernama @bonitasyachputri. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku anaknya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

“Sekolahan anak saya SDN 03 Ujung Menteng Jaktim keracunan MBG pada hari Jumat, 8 Mei 2026, gimana ini pihak SPPG Pulogebang 15? Bisa tanggung jawab gak?” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu kemudian ramai dibagikan pengguna media sosial lainnya. Akun tersebut juga menandai akun media sosial Partai Gerindra dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Baca Juga: MBG Harus Jalan Terus: Kembalikan Kepercayaan Publik, Kepala BGN dan Jajarannya Legowo mundur!

Selain menuliskan keluhan, akun tersebut turut mengunggah video sejumlah siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa foto menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian juga ikut diunggah.

Dalam foto yang beredar, menu MBG tersebut terdiri dari jamur crispy, pangsit isi tahu, bakmi Jawa, ayam suwir, tumis tauge, timun, tomat, dan semangka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati kemudian memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab keracunan tersebut. Menurutnya, salah satu menu diduga menjadi sumber masalah.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” kata Ani Ruspitawati kepada awak media.

Ani menjelaskan, ratusan siswa yang mengalami gejala keracunan berasal dari sejumlah sekolah dan madrasah di Jakarta Timur. Di antaranya RA Al Latifiyah, SD Negeri Cakung Timur 01, SD Negeri Ujung Menteng 02 dan 03, MI Al Adawiyah, MI Al Wathoniyah, serta MTs Al Adawiyah.

Dari total 252 siswa, sebanyak 188 anak tercatat mengakses fasilitas kesehatan. Sementara 26 siswa masih menjalani perawatan hingga Sabtu, 9 Mei 2026.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X