Kasus korupsi di lingkungan DJKA ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap tata kelola proyek infrastruktur transportasi di Indonesia. Apalagi proyek perkeretaapian termasuk salah satu sektor strategis dengan nilai anggaran besar yang melibatkan banyak kontraktor dan pengadaan barang maupun jasa.
Di media sosial, sejumlah netizen menilai pengusutan kasus ini harus dilakukan secara transparan dan menyeluruh hingga ke pihak-pihak yang diduga menikmati aliran dana proyek.
“Kalau memang ada fee ke pejabat, semua harus dibuka terang-benderang. Jangan hanya kontraktor kecil yang diperiksa,” tulis salah satu pengguna X.
Sebagian masyarakat juga berharap KPK tidak berhenti pada penetapan tersangka tertentu, tetapi mampu mengungkap dugaan praktik korupsi secara sistematis di lingkungan proyek perkeretaapian nasional.
Kasus ini diperkirakan masih akan terus berkembang seiring pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti tambahan oleh tim penyidik KPK.
Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi proyek jalur kereta api DJKA tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bawa 5 Pengacara , Khalid Basalamah Serahkan Rp8,4 Miliar ke KPK Terkait Kasus Kuota Haji, Akui Tak Tahu Asal Usul Uang
KPK Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka
Siman Bahar Wafat, KPK Hentikan Penyidikan Individu namun Kasus Korupsi Anoda Logam Berlanjut
KPK Dalami Dugaan Pemerasan Wali Kota Madiun Maidi, Sekda dan Sejumlah Pejabat Diperiksa di Surakarta
Momen Hardiknas 2026, KPK Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Awal Pemberantasan Korupsi, 80 Persen Kampus Sudah Terapkan