SketsaNusantara.id - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pengasuh pondok pesantren di Pati, Kyai Ashari ramai menjadi sorotan.
Dalam aksi demo penggrebekan di kediaman sang kyai, salah satu mantan pengikutnya, Shofi mengungkap bagaimana modus yang dilakukan Kyai Ashari.
Dilansir dari akun X @patisakpore, Shofi mengaku telah mengabdi kepada Kyai Ashari selama 11 tahun.
Dikatakan Shofi bahwa Kyai Ashari bukan hanya melakukan pelcehan, namun juga menyuruh pengikutnya bekerja tanpa memberi upah sepeserpun.
Para pengikut sang kyai disuruh untuk menjadi tukang dalam proses mendirikan bangunan-bangunan di Pondok Pesantren.
Mereka mengerahkan tenaga untuk membangun musholla hingga gedung-gedung di pondok tanpa upah apapun.
"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari." katanya.
Bahkan kata Shofi, Kyai Ashari pernah memintanya untuk berbohong kepada orang tuanya.
Saat itu Shofi diminta mengaku bahwa ia sedang berada di pondok pesantren agar mendapat kiriman uang yang nantinya digunakan oleh pihak pondok pesantren.
"Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orangtua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orangtua saya itu bisa masuk ke sini," jelasnya.
Saat itu, Shofi bahkan menjual tanah miliknya untuk mendapatkan uang yang kemudian disetor ke Kyai Ashari.
Artikel Terkait
Ketua DPR RI Puan Maharani Kecam Pelecehan Seksual Verbal di UI: Jangan Terjadi Lagi
Bukan Hal Sepele, Komika Kukuh Adi Singgung Kasus Pelecehan Verbal di UI yang Dianggap Cuma Sekedar 'Jokes Tongkrongan': Punya Mindset Jangan Katro!
LPSK Turun Tangan di Kasus Dugaan Tindak Pidana Pelecehan Seksual FH Universita Indonesia, Puluhan Korban Alami Tekanan dan Ancaman Digital
Ini Founder Agensi Sudio Desain di Solo yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Karyawan, Hilangkan Akun Instagram dan Sempat Ajak Korban Bertemu
Kasus Pelecehan Santri Terungkap, Pendakwah Ahmad Al Misry Resmi Jadi Tersangka oleh Bareskrim Polri