Selasa, 16 Juni 2026

Pengakuan Mantan Pengikut Kyai Ashari Pati, Ngaku Jadi 'Budak' 11 Tahun, Dipaksa Berbohong ke Orang Tua hingga Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 4 Mei 2026 | 12:50 WIB
Ilustrasi aksi bejat Kyai Ashari, pengasuh pondok pesantren di Pati (Pixabay.com/ Tumisu)
Ilustrasi aksi bejat Kyai Ashari, pengasuh pondok pesantren di Pati (Pixabay.com/ Tumisu)

SketsaNusantara.id - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pengasuh pondok pesantren di Pati, Kyai Ashari ramai menjadi sorotan.

Dalam aksi demo penggrebekan di kediaman sang kyai, salah satu mantan pengikutnya, Shofi mengungkap bagaimana modus yang dilakukan Kyai Ashari.

Dilansir dari akun X @patisakpore, Shofi mengaku telah mengabdi kepada Kyai Ashari selama 11 tahun.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Pada 50 Santriwati, Manfaatkan Status Yatim dan Kurang Mampu Hingga Beri Ancaman ini

Dikatakan Shofi bahwa Kyai Ashari bukan hanya melakukan pelcehan, namun juga menyuruh pengikutnya bekerja tanpa memberi upah sepeserpun.

Para pengikut sang kyai disuruh untuk menjadi tukang dalam proses mendirikan bangunan-bangunan di Pondok Pesantren.

Mereka mengerahkan tenaga untuk membangun musholla hingga gedung-gedung di pondok tanpa upah apapun.

Baca Juga: Kemenag Hentikan Proses Pendaftaran Santri Baru di Ponpes Ndholo Kusumo, Imbas Kasus Pelecehan Seksual yang Melibatkan Oknum Kiai

"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari." katanya.

Bahkan kata Shofi, Kyai Ashari pernah memintanya untuk berbohong kepada orang tuanya.

Saat itu Shofi diminta mengaku bahwa ia sedang berada di pondok pesantren agar mendapat kiriman uang yang nantinya digunakan oleh pihak pondok pesantren.

Baca Juga: 4 Fakta Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Kiai di Pati, Kronologi, Jumlah Korban hingga Respons Ponpes Ndholo Kusumo

"Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orangtua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orangtua saya itu bisa masuk ke sini," jelasnya.

Saat itu, Shofi bahkan menjual tanah miliknya untuk mendapatkan uang yang kemudian disetor ke Kyai Ashari.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X