SketsaNusantara.id - Komika Kukuh Adi Danisworo atau yang akrab dikenal sebagai Kukuhya, ikut menyoroti kasus pelecehan verbal 16 mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) yang belakangan ini masih ramai jadi sorotan publik.
Sebagaimana diketahui, kasus ini mencuat setelah beredar percakapan mesum dalam grup chat yang berkonotasi negatif dan mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.
Di tengah gelombang kritik dan kecaman dari berbagai pihak, muncul pula narasi yang menyebut percakapan dalam grup tersebut hanyalah sekedar bercandaan yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Mirisnya, beberapa orang menyebut kasus ini layaknya hal sepele tanpa memperhitungkan dampaknya di masa depan.
Pandangan inilah yang kemudian mendapat sorotan tajam dari Kukuh Adi Danisworo. Melalui akun Instagram pribadinya, finalis SUCI X (Stand Up Comedy Indonesia) itu dengan sarkas menyindir orang yang menganggap sepele kasus pelecehan verbal FH UI.
Dalam unggahannya, Kukuh menyinggung kebiasaan sebagian orang yang kerap memaklumi perilaku tidak pantas laki-laki yang tak bisa menahan diri dan seenaknya berkata jorok seperti melontarkan "jokes tongkrongan".
"Lo kenapa sih masih suka aja ngewajarin kelakuan sampah seseorang dengan alasan, 'yah namanya juga cowok', lhah emang sejak kapan jadi cowok itu pembenaran buat bisa gak kontrol diri?" kata Kukuh dalam video yang diunggah di akun Instagram @kukuhya, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Sabtu, 18 April 2026.
"Buat kalian yang ngewajarin komentar yang melecehkan terus bilangnya cuma jokes tongkrongan, wajar emang ya? Ya, mungkin wajar sih kalau tongkrongan lo itu, tongkrongan Jeffrey Epstein," tandasnya.
Lulusan S2 University of Aberdeen Skotlandia itu juga menyoroti anggapan bahwa komentar bernuansa pelecehan bisa dianggap sebagai candaan biasa dalam lingkup pertemanan.
Menurut Kukuh, pembenaran semacam itu justru menunjukkan cara berpikir yang keliru hingga disindir layaknya predator seksual Jeffrey Epstein.
Kukuh juga mengkritik pola pikir yang masih kerap menyalahkan perempuan atas tindakan pelecehan yang terjadi. Ia menyinggung alasan klasik yang suka menyalahkan pakaian korban yang sering dijadikan pembenaran atas perilaku pelaku.
Menurutnya, masalah utama bukan pada korban, melainkan cara berpikir pelaku yang dinilai tidak mampu mengontrol diri.
Artikel Terkait
20 Korban Mahasiswa Kasus Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI Kini Laporkan 16 Pelaku ke Polisi, Kuasa Hukum Ungkap Fakta-Fakta Mencengangkan
Tegas! UI Menonaktifkan 16 Mahasiswa Hukum Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, Dilarang Berada di Lingkungan Kampus
Siapa Rektor Universitas Indonesia? Buntut Kasus Pelecehan Seksual Oleh Mahasiswa Fakultas Hukum UI, Rektor Akan Dipanggil Komisi X DPR RI
Geger Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UNEJ, Terungkap Kebiasaan Pelaku Simpan Foto Tak Senonoh, Korbannya Lebih dari 1?
Fakultas Hukum UNEJ Siap Beri Sanksi Tegas kepada Mahasiswa yang Diduga Melakukan Pelecehan Seksual
Ketua DPR RI Puan Maharani Kecam Pelecehan Seksual Verbal di UI: Jangan Terjadi Lagi