Minggu, 19 Juli 2026

Sindiran Satir Komika Kukuh Adi di Tengah Polemik Pengadaan Motor Listrik untuk Operasional SPPG, Soroti Nasib Guru Honorer hingga Singgung Prioritas

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 April 2026 | 13:00 WIB
Potret komika Kukuh Adi Danisworo alias Kukuhya, sindir pengadaan kendaraan motor trail untuk kepala SPPG yang ramai jadi sorotan (Instagram/kukuhya)
Potret komika Kukuh Adi Danisworo alias Kukuhya, sindir pengadaan kendaraan motor trail untuk kepala SPPG yang ramai jadi sorotan (Instagram/kukuhya)

SketsaNusantara.id - Polemik pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus jadi perbincangan publik.

Di tengah kritik tajam terhadap kebijakan tersebut, komika Kukuh Adi Danisworo atau yang akrab disapa Kukuhya justru menyampaikan respons berbeda.

Alih-alih mengkritik secara frontal, Kukuh menyampaikan sindiran satir lewat gaya komedi khasnya yang justru terasa lebih menohok.

Dalam unggahan terbaru di Instagramnya, Kukuh seolah "membela" kebijakan pengadaan motor trail listrik untuk kepala SPPG. Ia mempertanyakan kenapa publik masih membahas isu tersebut seolah bukan menjadi hal penting untuk dibicarakan.

Baca Juga: Pedas! Konten Kreator Ini Kritik Pemerintah di Tengah Polemik Pengadaan Motor Emmo untuk Operasional SPPG, Singgung Jenis Kendaraan yang Dibeli BGN

"Lo kenapa sih, masih aja bahas soal motor trail listrik yang bakal dibagiin ke kepala dapur (SPPG)? Kan karena itu kita jadi nggak bisa ngebahas hal yang lebih penting," ujarnya dengan nada sarkas, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @kukuhya pada hari Kamis, 9 April 2026.

Finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) X itu kemudian menyebut isu-isu lain yang justru tidak relevan, seperti gosip selebriti tanah air hingga hal-hal absurd, sebagai bentuk sindiran bahwa perhatian publik seolah sengaja dialihkan.

"Kenapa kita nggak ngebahas soal Rahel Vennya berantem lagi sama Okin? Atau masalah yang lebih penting lagi kayak ini, Furap jadi berlayar apa nggak? Kan, jadi hilang udah momentumnya," ucapnya.

Tak berhenti di situ, Kukuh juga menyinggung harga motor yang dinilai "hanya" Rp40 jutaan per unit. Dengan gaya satir, ia menyebut angka tersebut kecil jika dibandingkan dengan total anggaran program MBG yang mencapai ratusan triliun.

Baca Juga: Viral! Ribuan Motor Listrik Emmo Disiapkan untuk SPPG, Intip Spesifikasi Kendaraan yang Harganya Tembus Rp56,8 Juta

"Harga motornya cuma Rp40 jutaan doang, itu bakal dibagikan ke 21 ribu cabang SPPG, totalnya Rp872 miliar aja. Segitu mah nggak sampai budget satu hari program makan siang, kan? masih murah," katanya.

Ironis, Kukuh menyelipkan kritik sosial dengan membandingkan harga motor dengan penghasilan guru honorer yang dianggap tidak layak.

"Harga motor MBG Rp40 juta doang mah, cuman kayak gaji 133 bulan dari seorang guru honorer yang gaji bulanannya Rp300 ribu. Dengan catatan, itu nggak pakai makan, nggak pakai minum, sama nggak pakai bayar kebutuhan sehari-hari ya," katanya.

Ia juga menyinggung soal efisiensi di tengah melonjaknya harga minyak dunia hingga mengarah pada isu prioritas anggaran negara yang kerap diperdebatkan publik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @kukuhya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X