Gaya satir Kukuh semakin terasa ketika ia menyeret isu geopolitik hingga hal-hal tak masuk akal, seperti kebutuhan kendaraan tempur yang bisa saja disiapkan oleh BGN di tengah kondisi geopolitik tak menentu saat ini.
"Emang lo nggak mikir sama keadaan geopolitik yang lagi panas-pansanya sekarang ini? Keadaan di lapangan nggak ada yang pernah tau. Gimana kalo pas lagi nganter makanan ternyata ada serangan dari asing?" ujarnya.
"Dengan kondisi kaya gitu, minimal (SPPG) dapatnya helikopter, Black Hawk, pesawat jet, atau tank (anti peluru). Nah, karena kita lagi efisiensi, mereka akhirnya cuma dikasih motor 40 jutaan aja. Bayangkan pengorbanan mereka," terangnya.
Pernyataan tersebut jelas menyindir kebutuhan operasional SPPG yang dianggap berlebihan oleh sebagian masyarakat. Tak hanya itu "pengorbanan" yang dimaksud juga seolah menyindir negara yang tak memperhatikan pengabdian guru honorer dalam mencerdaskan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Kukuh menyinggung soal kemampuan publik dalam membedakan prioritas dan hal yang ia sebut sebagai "culas".
Istilah tersebut seolah menggambarkan perilaku licik dari pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan, yang dalam konteks ini memancing interpretasi luas dari publik.
"Jadi, kalo lu masih ribut soal perkara motor listrik, mending sekarang berhenti males-malesan dan mulai pamer-pamerin penghasilan. Atau paling nggak, nyindir balik orang yang kritik lu aja, jadi ngerasa paling diserang aja," ujarnya sarkas.
"Karena dengan begitu, lu jadi bisa tau dan bisa bedain mana yang jadi prioritas dan mana yang culas," pungkasnya.
Sindiran tersebut menjadi penutup yang mempertegas bahwa kritiknya disampaikan secara halus, namun tetap tajam.
Sindiran satir yang disampaikan Kukuh menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menilai sindiran tersebut justru lebih "mengena" dan relevan dengan kondisi di tengah banyaknya kontroversi SPPG yang muncul di tanah air.
Meski begitu, warganet lainnya juga menilai bahwa kritik satir seperti ini sering kali tidak digubris oleh pihak terkait.
"Satir banget, mungkin ada yang gede kepala habis dengar ini karena merasa dibela. Tapi justru jadi tahu kan, mana yang prioritas dan mana yang culas? udah trust isue banget sama pemerintah," tulis seorang warganet.
"Ekspresi bang Kukuh sama narasi beda banget, tapi itulah intinya. Kaya kritik kita nggak penting. Udah koar-koar demo sampein aspirasi langsung aja nggak didengar, apalagi cuman kasih sindiran satir kaya gini? Palingan diketawain aja disindir balik sama Presidennya," imbuh netizen lainnya.
Artikel Terkait
Kunto Aji Soroti Pelajar SMA Muhammadiyah 3 Jogja yang Mengaku Dicopot sebagai Ketua OSIS Usai Kritik MBG, Publik Menduga Ada Upaya Pengalihan Isu
Viral Ribuan Motor MBG Berlogo BGN, Ternyata Sudah Dianggarkan sejak 2025
4 Fakta Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Jumlah Unit dan Klarifikasi Kepala BGN hingga Menkeu Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Kaget Isu Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik SPPG: Sudah Beli?
DPR Bakal Panggil BGN Terkait Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Charles Honoris: Ada Potensi Pemborosan
Pesan Menohok Deddy Corbuzier untuk Hendrik Irawan yang Viral Gegara Konten Joget MBG Rp6 Juta, Sindiran Sarkas Berbahasa Inggris Jadi Sorotan