Minggu, 19 Juli 2026

Sindiran Satir Komika Kukuh Adi di Tengah Polemik Pengadaan Motor Listrik untuk Operasional SPPG, Soroti Nasib Guru Honorer hingga Singgung Prioritas

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 April 2026 | 13:00 WIB
Potret komika Kukuh Adi Danisworo alias Kukuhya, sindir pengadaan kendaraan motor trail untuk kepala SPPG yang ramai jadi sorotan (Instagram/kukuhya)
Potret komika Kukuh Adi Danisworo alias Kukuhya, sindir pengadaan kendaraan motor trail untuk kepala SPPG yang ramai jadi sorotan (Instagram/kukuhya)

Gaya satir Kukuh semakin terasa ketika ia menyeret isu geopolitik hingga hal-hal tak masuk akal, seperti kebutuhan kendaraan tempur yang bisa saja disiapkan oleh BGN di tengah kondisi geopolitik tak menentu saat ini.

"Emang lo nggak mikir sama keadaan geopolitik yang lagi panas-pansanya sekarang ini? Keadaan di lapangan nggak ada yang pernah tau. Gimana kalo pas lagi nganter makanan ternyata ada serangan dari asing?" ujarnya.

"Dengan kondisi kaya gitu, minimal (SPPG) dapatnya helikopter, Black Hawk, pesawat jet, atau tank (anti peluru). Nah, karena kita lagi efisiensi, mereka akhirnya cuma dikasih motor 40 jutaan aja. Bayangkan pengorbanan mereka," terangnya.

Pernyataan tersebut jelas menyindir kebutuhan operasional SPPG yang dianggap berlebihan oleh sebagian masyarakat. Tak hanya itu "pengorbanan" yang dimaksud juga seolah menyindir negara yang tak memperhatikan pengabdian guru honorer dalam mencerdaskan bangsa.

Baca Juga: Sindiran Satir Lewat Kopi Americano, Bintang Emon Soroti Polemik MBG hingga Nasib Guru Honorer, Warganet: Kenyataan Pahit Jadi WNI

Di akhir pernyataannya, Kukuh menyinggung soal kemampuan publik dalam membedakan prioritas dan hal yang ia sebut sebagai "culas".

Istilah tersebut seolah menggambarkan perilaku licik dari pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan, yang dalam konteks ini memancing interpretasi luas dari publik.

"Jadi, kalo lu masih ribut soal perkara motor listrik, mending sekarang berhenti males-malesan dan mulai pamer-pamerin penghasilan. Atau paling nggak, nyindir balik orang yang kritik lu aja, jadi ngerasa paling diserang aja," ujarnya sarkas.

"Karena dengan begitu, lu jadi bisa tau dan bisa bedain mana yang jadi prioritas dan mana yang culas," pungkasnya.

Baca Juga: Kepala BGN Dadan Hindayana Akhirnya Buka Suara, Inilah Alasan Mengapa Ribuan Motor Dibutuhkan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sindiran tersebut menjadi penutup yang mempertegas bahwa kritiknya disampaikan secara halus, namun tetap tajam.

Sindiran satir yang disampaikan Kukuh menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menilai sindiran tersebut justru lebih "mengena" dan relevan dengan kondisi di tengah banyaknya kontroversi SPPG yang muncul di tanah air.

Meski begitu, warganet lainnya juga menilai bahwa kritik satir seperti ini sering kali tidak digubris oleh pihak terkait.

"Satir banget, mungkin ada yang gede kepala habis dengar ini karena merasa dibela. Tapi justru jadi tahu kan, mana yang prioritas dan mana yang culas? udah trust isue banget sama pemerintah," tulis seorang warganet.

"Ekspresi bang Kukuh sama narasi beda banget, tapi itulah intinya. Kaya kritik kita nggak penting. Udah koar-koar demo sampein aspirasi langsung aja nggak didengar, apalagi cuman kasih sindiran satir kaya gini? Palingan diketawain aja disindir balik sama Presidennya," imbuh netizen lainnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @kukuhya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X