“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG dan masyarakat luas atas pernyataan saya yang menyebut penerima manfaat sebagai rakyat jelata,” ucapnya dalam video tersebut.
Dalam video itu, ia juga menyatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi. Ia menyebut unggahan tersebut tidak berkaitan dengan dapur MBG tempatnya bertugas.
Selain menyampaikan permintaan maaf, ia juga menyatakan kesediaan menerima konsekuensi atas unggahannya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian yang terjadi.
Perkembangan lain terkait kasus ini juga beredar di media sosial. Sebuah tangkapan layar percakapan yang diunggah oleh akun Instagram @infopurbalingga.id menyebut adanya sanksi terhadap yang bersangkutan.
Dalam pesan yang beredar tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari relawan SPPG. Informasi itu beredar setelah permintaan maaf disampaikan di media sosial.
“Untuk tindak lanjutnya, beliau diberikan sanksi diberhentikan menjadi relawan SPPG,” tulis pesan chat yang beredar tersebut.
Unggahan yang viral tersebut hingga kini masih menjadi perhatian pengguna media sosial. Berbagai tanggapan terus bermunculan seiring penyebaran tangkapan layar tersebut di berbagai platform digital.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Menu MBG Ramadhan Diprotes, SPPG Bekasi Barat Didatangi Emak-emak, Keluhan Viral sejak Hari Pertama Sekolah
BGN Hentikan Sementara Operasional 3 SPPG di Jember Karena Tak Berikan Menu Ramadhan Sesuai Standar, di Mana Saja?
3 SPPG di Jember Kena Suspend Karena Tak Sajikan Menu Ramadhan Sesuai Standar, Gus Fawait: Dukung Keputusan BGN
Pastikan Kualitas MBG, Pj Sekda Jember Warning SPPG Wajib Menyiapkan Sampel Makanan yang Dikirim
Bukber Mewah SPPG Gondangsari di Hotel Berbintang, Sajian Prasmanan Melimpah Dinilai Kontras dengan Menu MBG Siswa