Minggu, 19 Juli 2026

Status WhatsApp Petugas SPPG di Purbalingga Jadi Sorotan, Kata ‘Rakyat Jelata’ Picu Protes Warganet

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Maret 2026 | 21:30 WIB
Viral unggahan status WA salah satu petugas SPPG di Purbalingga, Jawa Tengah.  (Instagram/info_purbalinga)
Viral unggahan status WA salah satu petugas SPPG di Purbalingga, Jawa Tengah. (Instagram/info_purbalinga)

SketsaNusantara.id - Sebuah tangkapan layar status WhatsApp yang diduga milik petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purbalingga, Jawa Tengah, viral di media sosial. Unggahan tersebut menjadi perbincangan setelah beredar luas di berbagai platform digital.

Status yang viral itu menampilkan foto sejumlah petugas SPPG. Dalam foto tersebut terlihat mereka sedang melakukan peregangan sebelum berolahraga.

Tangkapan layar dari status WhatsApp tersebut kemudian diunggah kembali oleh akun media sosial. Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Instagram @info_purbalinga pada Senin, 16 Maret 2026.

Baca Juga: Viral Penolakan Menu Makan Bergizi Gratis di TK Trenggalek, Wali Murid Kembalikan Paket MBG dari SPPG Tasikmadu

Pada unggahan tersebut terdapat keterangan yang kemudian memicu perhatian publik. Kalimat yang tertulis pada unggahan itu menyinggung istilah yang dianggap merendahkan masyarakat.

“Peregangan sik (dulu), sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” tulis keterangan pada caption unggahan di bawah foto tersebut.

Setelah unggahan tersebut beredar, berbagai reaksi muncul dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyampaikan kritik terhadap penggunaan istilah tersebut.

Baca Juga: Viral Pengakuan Mantan Akuntan SPPG yang Bongkar Kecurangan Mark Up Anggaran MBG, Ternyata Begini Skenarionya

Sejumlah komentar menyoroti penggunaan kata ‘rakyat jelata’. Warganet menilai istilah tersebut tidak tepat digunakan dalam konteks pelayanan publik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkaitan dengan SPPG diketahui menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat. Hal ini menjadi salah satu alasan munculnya berbagai kritik di media sosial.

Beberapa pengguna media sosial menyampaikan tanggapan melalui kolom komentar. Mereka menilai kritik masyarakat terhadap program pemerintah merupakan bagian dari proses evaluasi.

Selain itu, warganet juga menyoroti sikap yang dianggap tidak mencerminkan pelayanan publik. Unggahan tersebut kemudian terus menyebar melalui berbagai akun media sosial.

Setelah tangkapan layar tersebut viral, seorang perempuan bernama Diah Fatmiasih muncul memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.

Permohonan maaf tersebut disampaikan kepada masyarakat luas serta penerima manfaat program MBG. Video klarifikasi itu diunggah oleh akun Instagram @infopurbalinggane pada Senin, 16 Maret 2026.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X