Minggu, 19 Juli 2026

Pastikan Kualitas MBG, Pj Sekda Jember Warning SPPG Wajib Menyiapkan Sampel Makanan yang Dikirim

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Maret 2026 | 11:31 WIB
Pj Sekda Jember Helmi saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Pj Sekda Jember Helmi saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember secara tegas meminta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Hal ini ditegaskan oleh Pj Sekda Akhmad Helmi Luqman, usai rapat koordinasi bersama SPPG di Jember pada Senin 2 Maret 2026 malam.

Ia mengatakan, sesuai arahan dari Bupati Jember Gus Fawait bahwa SPPG di Jember ini harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

Baca Juga: Kawal Program Makan Bergizi dari Makkah, Gus Fawait Pastikan Pelaksanaannya Sesuai SOP

“Karena SPPG ini harus bisa memberikan layanan yang baik, agar menekan stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak,” ujarnya.

Helmi mengungkapkan, ada ketegasan yang diambil Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak ada pemotongan harga untuk makanan yang diberikan.

“Makanya, kami terus melakukan monitoring berkala ke seluruh SPPG di Jember. Jadi jangan sampai ada pemotongan, karena kalau ada potongan pasti kualitasnya menurun,” imbuhnya.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar

Sejauh ini menurutnya, dari total 140 SPPG di Jember ada sebanyak 50 SPPG yang belum menyelesaikan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Amdalnya.

“Memang ada yang saat ini masih mengurus persyaratannya, misalnya ada yang belum ada SLHSnya. Mereka sekarang mengurus semua, bahkan ada yang tidak lolos sampai 3 kali dan diminta pindah lokasi,” terangnya.

“Karena ini semua masih diurus dan bersamaan, maka ini sedang diselesaikan oleh Dinas Kesehatan secara bertahap,” pungkasnya.

Baca Juga: Jemput Bola, Pemkab Jember Matangkan Proyek Revitalisasi Pasar Tanjung dengan Pemerintah Pusat

Selain itu, Helmi menegaskan kepada SPPG dalam penyajian MBG harus memilimi sampel yang disiapkan agar bisa diuji kualitas makanannya.

“Jadi memang sampel ini wajib, meskipun dari hasil kunjungan kami ada SPPG yang tidak menyerahkan sampel tersebut dan ini menjadi catatan kami, lalu kami minta agar setiap makanan yang dikirim harus ada sampelnya,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X