Kamis, 4 Juni 2026

Akselerasi Revitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Revitalisasi Ratusan Sekolah di Kabupaten Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:21 WIB
Mendikdasmen dan Gus Fawait saat meresmikan ratusan sekolah yang telah direvitalisasi. (Dok Diskominfo Jember)
Mendikdasmen dan Gus Fawait saat meresmikan ratusan sekolah yang telah direvitalisasi. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah, dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah secara masif di seluruh Indonesia. 

Salah satunya, dengan melakukan revitalisasi sekolah sebanyak 132 unit di Kabupaten Jember. Program revitalisasi ini merupakan salah satu agenda prioritas Presiden, yang ditargetkan mampu menyentuh seluruh sekolah di tanah air sebelum tahun 2029.

Abdul Mu’ti meresmikan secara simbolis hasil renovasi 132 sekolah yang mencakup jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. 

Baca Juga: Pemkab Jember Jamin Beasiswa Kuliah Gratis bagi Penggawa Macan Raung

Pencapaian ini merupakan bagian dari kesuksesan program tahun anggaran 2025, yang telah menuntaskan pembangunan di 16.167 lokasi di seluruh Indonesia dengan progres mencapai 100 persen.

Memasuki 2026, kementerian berencana melakukan lompatan besar. Selain rencana awal yang mencakup 11.470 satuan pendidikan melalui APBN, pemerintah tengah mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60.000 sekolah lagi.

"Sesuai arahan Bapak Presiden pada peringatan Hari Guru, akan ada penambahan 60.000 satuan pendidikan,” ujarnya saat kunjungan ke Jember, Sabtu 21 Februari 2026.

Baca Juga: Petakan Sejumlah Jembatan Rusak Akibat Banjir, Pemkab Jember Gandeng DPUBM Jatim Akselerasi Perbaikan

“Saat ini kami sedang memproses pengajuan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan melalui Komisi X DPR RI. Jika disetujui, total sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun 2026 mencapai 71.000 lebih," imbuhnya.

Ada yang berbeda dalam strategi pelaksanaan proyek tahun depan, Ia menjelaskan bahwa seluruh pengerjaan akan dilakukan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah. Berdasarkan riset internal kementerian, pola ini terbukti memberikan dampak ganda yang positif.

“Pertama, peningkatan kualitas fisik. Bangunan sekolah menjadi lebih layak dan menunjang kegiatan belajar mengajar,” paparnya.

Baca Juga: Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember Instruksikan Timses Segera Bersihkan Atribut Parpol

“Kedua, penyerapan tenaga kerja. Melibatkan masyarakat sekitar sekolah dalam proses pembangunan,” ungkapnya.

Ketiga adalah stimulus ekonomi daerah, dengan skema material bangunan diwajibkan dibeli dari toko-toko bangunan di wilayah setempat, sehingga perputaran uang tetap berada di daerah.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X