Sabtu, 18 Juli 2026

Bertemu Prabowo Membahas Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, Mantan Menlu Dino Patti Djalal Tekankan Indonesia Memiliki Withdrawal Option

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Februari 2026 | 08:30 WIB
Mantan Menlu Dino Patti Djalal  (YouTube Sekretariat Presiden )
Mantan Menlu Dino Patti Djalal (YouTube Sekretariat Presiden )

 

SketsaNusantara.id – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI dan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, berikan keterangan pers usai bertemu Presiden Prabowo.

Dino Patti Djalal memberikan apresiasi terhadap keterbukaan Presiden Prabowo Subianto dalam mendiskusikan arah kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait keputusan bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers usai pertemuan di Istana Merdeka pada Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga: Bertemu Prabowo Membahas Keanggotaan di Board of Peace, Ini Keputusan Para Tokoh Islam Demi Mendukung Kemerdekaan Palestina

Dino menilai bahwa langkah Presiden Prabowo membawa Indonesia masuk ke dalam Board of Peace (BOP) sebagai pendekatan yang sangat realistis.

Di tengah dinamika geopolitik yang pelik, BOP saat ini menjadi satu-satunya instrumen diplomatik yang tersedia di meja perundingan untuk mendorong gencatan senjata di Gaza.

"Kesan saya, Presiden mempunyai pendekatan yang realistis. Saat ini, satu-satunya opsi di atas meja adalah Board of Peace. Tidak ada opsi lain yang secara faktual berpotensi menghentikan kekerasan saat ini," ujar Dino dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Beda dari Muhammadiyah dan MUI! NU Malah Dukung Board of Peace Trump, Gus Yahya: Keputusan yang Tepat

Meski mendukung, Dino menekankan bahwa BOP bukanlah "obat mujarab" yang pasti berhasil. Ia menyebutnya sebagai sebuah eksperimen diplomatik yang sarat risiko, terutama karena melibatkan aktor-aktor kompleks seperti Amerika Serikat di bawah Donald Trump dan pengaruh kuat Israel.

Faktor lapangan di Gaza, posisi Hamas, hingga dominasi Israel terhadap kebijakan luar negeri AS menjadi tantangan besar.

Dino mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat menyadari risiko-risiko tersebut dan tidak melihat BOP dengan kacamata yang naif.

Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Palestina, MUI Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace, Cholil Nafis: Perdamaian itu Paralel dengan Keadilan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa posisi tawar Indonesia di dalam BOP akan diperkuat melalui solidaritas dengan delapan negara berpenduduk Muslim lainnya, termasuk Turki, Mesir, Yordania, dan Arab Saudi. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X