Hal ini bertujuan untuk mengimbangi pengaruh kekuatan Barat dan memastikan agenda kemerdekaan Palestina tetap menjadi prioritas utama.
Poin paling krusial yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut menurut Dino adalah kedaulatan Indonesia untuk menarik diri sebagai withdrawal option (opsi keluar).
"Kita masuk dengan hati-hati dan tetap bisa pegang opsi keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita dan ini beliau (Prabowo) tekankan berkali-kali," tegas Dino.
Untuk itu Dino mengapresiasi penegasan Presiden bahwa Indonesia senantiasa memegang opsi untuk keluar dari BOP jika forum tersebut tidak lagi sejalan dengan prinsip konstitusi Indonesia atau justru merugikan perjuangan rakyat Palestina.
Prabowo menurutnya juga menyadari bahwa keputusannya ini akan penuh resiko serta kritik dan persepsi publik dari banyak pihak dan Prabowo akan menerimanya sebagai forum terbuka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kemlu Pastikan WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Palestina dalam Kondisi Baik, Meski Kapal Global Sumud Flotilla Diserang Israel
Hindia Suarakan Solidaritas Palestina di Synchronize Fest 2025, Solidaritas Palestina, dan Kritik Sosial
4 Fakta Masjid Al Aqsa di Palestina, Tempat Bersejarah dalam Peristiwa Isra Mi’raj, Tercatat di Al Quran hingga Tertua Kedua di Dunia
Indonesia Resmi Gabung ‘Board of Peace’ Bentukan Trump, Kemlu Ungkap Misi Masuk Ring Utama Pengambil Keputusan Perdamaian Dunia
Bertujuan Memperjuangkan Two State Solution bagi Palestina, Menlu Sugiono Jawab Perdebatan Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bentukan Trump
Kecewa, Felix Siauw Kritik Keras Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, Sebut Board of Peace yang Dibentuk Trump Sebagai 'Penjajahan Gaya Baru'