Sabtu, 18 Juli 2026

Kecewa, Felix Siauw Kritik Keras Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, Sebut Board of Peace yang Dibentuk Trump Sebagai 'Penjajahan Gaya Baru'

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 13:31 WIB
Potret Ustadz Felix Siauw mengkritik keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace bentukan Donald Trump yang disebut-sebut sebagai penjajahan gaya baru (Instagram/felix.siauw)
Potret Ustadz Felix Siauw mengkritik keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace bentukan Donald Trump yang disebut-sebut sebagai penjajahan gaya baru (Instagram/felix.siauw)

SketsaNusantara.id - Ustadz Felix Siauw kecewa dengan keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Sebagai informasi, Board of Peace merupakan sebuah organisasi perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Tujuannya adalah untuk mendorong stabilitas dan memulihkan pemerintah yang dapat diandalkan dan sah dengan mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam oleh konflik.

Baca Juga: Indonesia Resmi Gabung ‘Board of Peace’ Bentukan Trump, Kemlu Ungkap Misi Masuk Ring Utama Pengambil Keputusan Perdamaian Dunia

Pembentukan Board of Peace ini menuai polemik dan dikhawatirkan akan menggantikan peran PBB (Preserikatan Bangsa Bangsa). Keanggotaan lembaga ini juga ditentukan sendiri oleh Trump dengan dikenakan biaya $1 miliar untuk mendapatkan posisi tetap.

Para ahli mengatakan bahwa Trump mencoba menjadikan organisasi tersebut sebagai alternatif Dewan Keamanan PBB di mana hanya Amerika dan negara-negara pendukungnya seperti Inggris yang memiliki hak veto serta penentu pembuat keputusan.

Tak hanya itu, kritikus juga menilai Dewa Perdamaian ini mengambil keputusan yang didonimasi oleh Trump dan tidak berfokus pada Gaza.

Baca Juga: Bertujuan Memperjuangkan Two State Solution bagi Palestina, Menlu Sugiono Jawab Perdebatan Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bentukan Trump

Indonesia sebagai negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Palestina, banyak yang mengkritik dan menyatakan ketidaksetujuan terhadap langkah Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace.

Salah satunya yang ikut bersuara mengenai hal ini adalah Felix Siauw. Pendakwah keturunan Tionghoa ini menilai Board of Peace sebagai "penjajahan gaya baru" dan menyayangkan langkah Indonesia yang ikut terlibat di dalamnya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Felix Siauw membantu menjelaskan soal Board of Peace dengan kilas balik menceritakan sejarah Indonesia pasca kemerdekaan.

Baca Juga: Donald Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza, Sebut Sosok Luar Biasa dari Indonesia

"Dulu di tahun 1946 dan 1948 ada juga 'Board Of Peace' versinya Belanda, pengen kuasai Indonesia lagi pasca merdekanya, ngatur-ngatur, bentuk negara boneka di Indonesia, intinya tetep mau menjajah Indonesia," tulis Felix Siauw dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @felix.siauw pada hari Minggu, 25 Januari 2026

"Indonesia menolak dong, masak susah-susah merdeka mau dijajah lagi? Nah sekarang, tahun 2026, Indonesia dibawa presidennya masuk ke Board of Peace," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: instagram @felix.siauw

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X