SketsaNusantara.id - Ustadz Felix Siauw kecewa dengan keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Sebagai informasi, Board of Peace merupakan sebuah organisasi perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Tujuannya adalah untuk mendorong stabilitas dan memulihkan pemerintah yang dapat diandalkan dan sah dengan mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam oleh konflik.
Pembentukan Board of Peace ini menuai polemik dan dikhawatirkan akan menggantikan peran PBB (Preserikatan Bangsa Bangsa). Keanggotaan lembaga ini juga ditentukan sendiri oleh Trump dengan dikenakan biaya $1 miliar untuk mendapatkan posisi tetap.
Para ahli mengatakan bahwa Trump mencoba menjadikan organisasi tersebut sebagai alternatif Dewan Keamanan PBB di mana hanya Amerika dan negara-negara pendukungnya seperti Inggris yang memiliki hak veto serta penentu pembuat keputusan.
Tak hanya itu, kritikus juga menilai Dewa Perdamaian ini mengambil keputusan yang didonimasi oleh Trump dan tidak berfokus pada Gaza.
Indonesia sebagai negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Palestina, banyak yang mengkritik dan menyatakan ketidaksetujuan terhadap langkah Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace.
Salah satunya yang ikut bersuara mengenai hal ini adalah Felix Siauw. Pendakwah keturunan Tionghoa ini menilai Board of Peace sebagai "penjajahan gaya baru" dan menyayangkan langkah Indonesia yang ikut terlibat di dalamnya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Felix Siauw membantu menjelaskan soal Board of Peace dengan kilas balik menceritakan sejarah Indonesia pasca kemerdekaan.
Baca Juga: Donald Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza, Sebut Sosok Luar Biasa dari Indonesia
"Dulu di tahun 1946 dan 1948 ada juga 'Board Of Peace' versinya Belanda, pengen kuasai Indonesia lagi pasca merdekanya, ngatur-ngatur, bentuk negara boneka di Indonesia, intinya tetep mau menjajah Indonesia," tulis Felix Siauw dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @felix.siauw pada hari Minggu, 25 Januari 2026
"Indonesia menolak dong, masak susah-susah merdeka mau dijajah lagi? Nah sekarang, tahun 2026, Indonesia dibawa presidennya masuk ke Board of Peace," imbuhnya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka, Dukung Solusi 2 Negara dalam Konflik Timur Tengah
Mengingat Pidato Soekarno di Sidang PBB ke 15 "To Build the World a New', Jelang Pidato Prabowo di Amerika Serikat Ditengah Isu Kemerdekaan Palestina
Diusir karena Pakai Blouse Bercorak Warna Bendera Palestina Saat Sidang DPR Belanda, Esther Ouwehand Kembali dengan Blouse Semangka
Bahas Perdamaian Dunia hingga Solusi Konflik Palestina-Israel, Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB Tuai Apresiasi
Kemlu Pastikan WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Palestina dalam Kondisi Baik, Meski Kapal Global Sumud Flotilla Diserang Israel
Cetak Sejarah Baru, Indonesia Resmi Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Penyelesaian Konflik Amerika dan Venezuela Menjadi Agenda