Sabtu, 18 Juli 2026

Beda dari Muhammadiyah dan MUI! NU Malah Dukung Board of Peace Trump, Gus Yahya: Keputusan yang Tepat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:30 WIB
Kontroversi Gus Yahya dukung Board of Peace, beda dari Muhammadiyah dan MUI. (Kolase Muhammadiyah.or.id/MUI.or.id/Instagram/gusyahyastaquf)
Kontroversi Gus Yahya dukung Board of Peace, beda dari Muhammadiyah dan MUI. (Kolase Muhammadiyah.or.id/MUI.or.id/Instagram/gusyahyastaquf)

SketsaNusantara.id - Keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace memantik perdebatan luas.

Forum tersebut dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isu Palestina menjadi latar utama keikutsertaan Indonesia dalam dewan itu.

Sejumlah organisasi Islam nasional menyampaikan sikap berbeda. Perbedaan tersebut mencerminkan sudut pandang politik dan kemanusiaan yang beragam. Diskursus ini berkembang di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Palestina, MUI Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace, Cholil Nafis: Perdamaian itu Paralel dengan Keadilan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai langkah pemerintah sebagai keputusan tepat. PBNU melihat keikutsertaan Indonesia sebagai bagian dari komitmen historis. Komitmen tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyadari adanya kontroversi publik. Namun PBNU menilai kehadiran Indonesia diperlukan di berbagai arena global.

Pendekatan ini dianggap membuka ruang menyuarakan kepentingan Palestina.

Baca Juga: Kecewa, Felix Siauw Kritik Keras Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, Sebut Board of Peace yang Dibentuk Trump Sebagai 'Penjajahan Gaya Baru'

“Menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya, Jumat 30 Januari 2026.

PBNU juga menilai situasi global berada dalam fase ketidakmenentuan.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran Indonesia dinilai penting secara diplomatik.

Baca Juga: Bertujuan Memperjuangkan Two State Solution bagi Palestina, Menlu Sugiono Jawab Perdebatan Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bentukan Trump

PBNU memandang platform internasional perlu dimanfaatkan secara maksimal.

Pandangan berbeda disampaikan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Muhammadiyah menekankan pentingnya sikap realistis dan proporsional. Terutama terkait rencana kontribusi finansial Indonesia dalam forum tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti kondisi keuangan nasional.
Ia mengingatkan kewajiban negara terhadap rakyat tetap menjadi prioritas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X