BGN juga membuka ruang pengawasan dari masyarakat luas. Kritik terhadap layanan dan menu Makan Bergizi Gratis diterima. Masukan publik menjadi bahan evaluasi bagi BGN.
Laporan masyarakat termasuk yang ramai di media sosial diperhatikan. BGN menyatakan akan menindaklanjuti setiap temuan. Teguran dapat diberikan kepada SPPG bila ditemukan kekurangan layanan.
Dalam rapat yang sama, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya akurasi data. Ia menekankan data menjadi dasar evaluasi dampak program. Data yang tepat diperlukan untuk pengukuran jangka panjang.
Berdasarkan data Kemenko Bidang Pangan, jumlah SPPG tercatat 22.091 unit. Penerima manfaat telah mencapai lebih dari 60 juta orang. Program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Tenaga kerja langsung di SPPG tercatat 924.424 orang. Jumlah pemasok mencapai 68.551 pihak. Mitra program tercatat sebanyak 21.413 pihak.
Pemerintah menargetkan peningkatan akurasi data penerima. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi gizi dan pertumbuhan. Evaluasi dilakukan untuk jangka menengah dan panjang program.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diduga Tak Sesuai Anggaran Hingga Indikasi Adanya Korupsi, Realisasi MBG Dibocorkan Wali Murid: Putrinya Diberhentikan Sepihak oleh Sekolah
Diintimidasi dan Anak Diberhentikan Sepihak dari PAUD Usai Posting Menu MBG, Wali Murid di Kampar Mengadu ke Prabowo Subianto: Apa Hubungannya?
Program MBG Diminta Presiden Prabowo Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Angka
Kasus Keracunan MBG Turun Drastis, Kemenkes Kejar Target Zero Accident
Program MBG Cenderung Diremehkan di Dalam Negeri, Jepang Kagum dan Apresiasi Indonesia hingga Datang Untuk Studi Banding