SketsaNusantara.id - Seorang wali murid di Kabupaten Kampar, Riau, bernama Nurul Oriana, mengaku mengalami tekanan setelah mengunggah foto menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial.
Ia mengatakan, unggahan tersebut berujung pada intimidasi hingga pemberhentian anaknya dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tempat sang anak bersekolah.
Peristiwa ini bermula ketika Nurul memposting foto menu MBG yang diterima anaknya untuk jatah lima hari.
Terlebih paket MBG yang diterima anak Nurul hanya tiga paket saja untuk lima hari.
Dalam unggahannya, terlihat menu berupa susu kotak, roti, dan kacang goreng.
Setelah unggahan itu menjadi viral, Nurul mengaku mendapat telepon bernada ancaman pada Kamis, 26 Desember 2025 kemarin.
Dalam percakapan telepon tersebut, menurut pengakuan Nurul, pihak sekolah tempat putrinya belajar meminta dirinya berhenti membahas soal MBG di media sosial.
Bahkan, ia menyebut ada pernyataan bernada intimidasi yang menyebut bahwa 'kebodohannya' dapat menghancurkan hidupnya.
"Saya pun menjawab: 'oh, berarti saya dibungkam ya? Terima saja berarti apa adanya, bentuk dan berapapun itu?'" ucapnya, dilansir dari akun Instagram @_thinksmart.id
Tak berhenti di situ, Nurul juga mengaku bahwa anaknya kemudian diberhentikan dari PAUD tempatnya belajar.
Pemberhentian sepihak tersebut, kata dia, disampaikan oleh guru sekaligus pemilik sekolah melalui grup WhatsApp.
Artikel Terkait
Klarifikasi Kepala BGN Dadan Hindayana Konfirmasi Sopir MBG Penabrak Siswa di Cilincing, Bukan Sopir Utama?
Siapa Pemilik Dapur SPPG dan Mobil MBG yang Tabrak Siswa di SDN 01 Kalibaru? Ini Faktanya
Bukan Hanya Sopir, Ini Pihak yang Wajib Bertanggung Jawab Penuh Atas Tragedi Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing Menurut Ahli Hukum
Inilah Sosok AI Sopir Mobil MBG yang Tabrak 20 Siswa dan 1 Guru SDN 01 Kalibaru, Benarkah Orang Dalam SPPG?
Update Kondisi Terkini Korban Murid SD Tertabrak Mobil MBG di SDN 1 Kalibaru Cilincing