Minggu, 19 Juli 2026

Program MBG Diminta Presiden Prabowo Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Angka

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Januari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi: Menu MBG (Instagram.com/@depokfeed)
Ilustrasi: Menu MBG (Instagram.com/@depokfeed)

SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda prioritas nasional. Pemerintah menargetkan jangkauan penerima dalam skala besar. Namun, kualitas tetap ditekankan sejak tahap awal pelaksanaan.

Badan Gizi Nasional mencatat peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat. Perkembangan tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat.

Pemerintah memastikan prosesnya berjalan sesuai petunjuk teknis. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Diintimidasi dan Anak Diberhentikan Sepihak dari PAUD Usai Posting Menu MBG, Wali Murid di Kampar Mengadu ke Prabowo Subianto: Apa Hubungannya?

Arahan itu menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengejar target. Kualitas gizi diminta menjadi prioritas utama.

“Kami optimis MBG bisa mencapai target 82,9 juta karena ternyata per hari ini kami bisa mencapai 55,1 juta. Meski demikian, Pak Presiden dalam retret menyampaikan bahwa ‘Jangan ngoyo’, kenapa jangan ngoyo? Supaya kualitas sumber daya manusia kemudian pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar sesuai petunjuk teknis, sehingga bisa menuju nol kecelakaan (keracunan pangan),” katanya saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Diduga Tak Sesuai Anggaran Hingga Indikasi Adanya Korupsi, Realisasi MBG Dibocorkan Wali Murid: Putrinya Diberhentikan Sepihak oleh Sekolah

BGN mencatat capaian penerima manfaat saat ini mencapai 55,1 juta orang. Angka tersebut mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Capaian ini melampaui proyeksi awal tahun 2025.

Pada 2026, cakupan penerima manfaat akan diperluas. Kelompok sasaran baru mencakup anak-anak di pondok pesantren. Anak-anak di rumah singgah juga akan masuk dalam pendataan.

“Jadi di manapun hak anak Indonesia, baik yang di pondok resmi misalnya yang terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, akan memperolehnya, demikian juga anak-anak rumah singgah, mereka yang sekarang mungkin berada di jalan dan belum tertampung di Sekolah Rakyat itu juga akan mendapatkan tambahan,” ujar dia.

BGN menargetkan pencapaian 82,9 juta penerima pada Mei 2026. Target tersebut disesuaikan dengan arahan Presiden Prabowo. Penambahan penerima dilakukan secara bertahap.

Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman tahun berjalan. Pada awal 2025, sasaran hanya enam juta penerima. Dalam perjalanannya, jumlah tersebut meningkat drastis.

Dari sisi anggaran, pemerintah menyiapkan Rp335 triliun pada 2026. Dana tersebut difokuskan untuk perbaikan tata kelola program.

Pembangunan dan penguatan SPPG menjadi prioritas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X