SketsaNusantara.id - Jika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) cenderung banyak diremehkan beberapa kalangan bahkan diminta untuk di stop ternyata tidak demikian halnya dengan didunia internasional.
Program MBG yang menjadi inisiatif strategis pemerintahan Prabowo kini mulai menarik perhatian dunia internasional.
Tidak sekadar apresiasi lisan, delegasi dari Kadin Jepang (Japan Chamber of Commerce and Industry/JCCI) baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke Indonesia dikutip dari kanal YouTube Liputan6.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Turun Drastis, Kemenkes Kejar Target Zero Accident
Tujuannya adalah untuk studi banding dan meninjau implementasi program ini dari hulu hingga ke hilir, dari mulai cara pengolahan di dapur hingga ke proses pendistribusian ke siswa.
Jepang, yang dikenal memiliki sistem makan siang sekolah (Shokuiku) terbaik di dunia, justru melihat potensi kolaborasi dan model unik dalam program MBG Indonesia.
Perwakilan Kadin Jepang mendatangi salah satu Dapur Satuan Pelayanan (Service Unit) untuk melihat bagaimana standar nutrisi dipenuhi dalam skala masif.
Baca Juga: Program MBG Diminta Presiden Prabowo Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Angka
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Jepang memantau tiga pilar utama distribusi MBG, yakni standar higinitas, sistem logistik dan distribusi, hingga proses penyajian di sekolah.
Setelah meninjau secara langsung, mereka menyampaikan apresiasi terhadap program MBG yang telah menjangkau 60 juta penerima manfaat, jumlah yang hampir setara dengan setengah populasi penduduk Jepang.
Dian Fatwa selaku juru bicara Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan bahwa Jepang sangat mengapresiasi kemampuan Indonesia dalam menjalankan program ini.
Sebab Indonesia bisa menjangkau hingga 60 juta siswa dalam 1 tahun, sedangkan Jepang sendiri telah menjalankan program sejak 1889 dan digunakan pada tahun 1954 dengan pelaksanaan yang bertahap.
Artikel Terkait
Ucapan Isra Mi'raj 2026 Paling Ngena di Hati, Sangat Singkat dan Bisa Dibagikan ke Media Sosial
Rumah Hanyut dan Sekolah Rusak, Desa Pante Kera Aceh Timur Masih Terisolir Lebih dari Sebulan
Kasus Pendaki Tewas karena Hipotermia di Gunung Slamet, Inilah Para 'Pembunuh Senyap' yang Paling Ditakuti Pendaki
SDN Bandung 2 Diwek Jombang Peringati Isra Miraj, Ustadz Lutfi Ajak Siswa Jaga Salat Tepat Waktu
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Cegah Penyalahgunaan, Hiswana Migas Besuki Dorong Petani Manfaatkan Solar Subsidi, Ini Syaratnya