Minggu, 19 Juli 2026

Bela Pandji Pragiwaksono, Inayah Wahid Bawa Pesan Gus Dur di Tengah Polemik Komika yang Dipolisikan Imbas Singgung Ormas Keagamaan Kelola Tambang

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Januari 2026 | 09:30 WIB
Potret Inayah Wahid bawa pesan Gus Dur di tengah polemik organisasi keagamaan kelola tambang yang kembali ramai disorot usai Pandji dipolisikan imbas mater Mens Rea (Instagram/inayawahid)
Potret Inayah Wahid bawa pesan Gus Dur di tengah polemik organisasi keagamaan kelola tambang yang kembali ramai disorot usai Pandji dipolisikan imbas mater Mens Rea (Instagram/inayawahid)

Ia bahkan menyoroti bahwa pihak pelapor yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU bukan bagian dari organisasi, sehingga klaim mewakili NU patut dipertanyakan.

 

"Mas Rizki mau menuntut silakan saja, tapi yang pasti tuntutan itu tidak mewakili Nahdliyin," tegasnya.

Lebih lanjut, Inayah bahkan membandingkan kasus ini dengan pengalamannya sendiri. Ia mengaku pernah beberapa kali me-roasting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait isu serupa, namun tidak ada pelaporan atau tindakan hukum yang diambil terhadapnya.

Baca Juga: Plot Twist! PBNU Sebut Aliansi Muda yang Melaporkan Pandji Pragiwaksono Bukan Bagian dari NU, Gus Ulil Tekankan Hal Ini

"Saya juga beberapa kali pernah me-roasting PBNU, tapi sama Mas Rizki tidak dituntut. Jadi saya juga bingung sebenarnya masalahnya di mana," ujarnya.

Sikap Inayah ini sejalan dengan kritik yang selama ini ia sampaikan terkait keterlibatan ormas keagamaan dalam pengelolaan tambang.

Sebelumnya, Inayah juga pernah melontarkan kritik pedas mengenai konsesi tambang yang menurutnya bisa menurunkan marwah atau kehormatan dan mencoreng nama baik organisasi keagamaan.

"Kebijakan ini menurunkan level organisasi agama karena organisasi yang seharusnya menjadi tameng dan pelindung masyarakat justru ikut terlibat dalam urusan bisnis yang sangat duniawi,” ujarnya dalam Podcast To The Point pada Desember 2025 lalu.

Ia juga menekankan pesan dari almarhum ayahnya yang menekankan bahwa ormas agama seharusnya bisa menegakkan keadilan, bukan untuk ikut campur dalam urusan yang berhubungan dengan duniawi.

Baca Juga: GUSDURian Menolak, Ketua Umum PBNU Menyambut Baik, Polemik Perbedaan Pendapat Terkait Izin Tambang Ormas Agama

"Tugas agama itu bukan untuk menjaga negara, tapi untuk mendirikan keadilan. Kalau kita lihat urusan tambang, yang muncul justru banyak ketidakadilan," tuturnya.

"Ibaratnya kaya kata pepatah, Tikus mati di lumbung padi. Banyak orang yang dirugikan padahal dia berada di wilayah tambang yang harusnya bisa membuat sejahtera tapi nyatanya kan nggak, karena dampak tambang, meskipun itu banyak menghasilkan," ujarnya.

Adik Yenny Wahid itu menolak konsesi tambang yang diberikan kepada ormas keagamaan. Inayah bahkan menyindir bahwa kebijakan ini tidak menyejahterakan umat tetapi hanya menguntungkan segelintir orang di organisasi tersebut. 

"Intinya tambang itu tidak menyejahterakan NU tapi memperkaya beberapa orang di NU. Melihat kaya gini saya sampai merasa ada di titik bahwa saya juga udah gak berharap banyak dengan negara ini ya," katanya sambil tertawa.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X