Ia bahkan menyoroti bahwa pihak pelapor yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU bukan bagian dari organisasi, sehingga klaim mewakili NU patut dipertanyakan.
"Mas Rizki mau menuntut silakan saja, tapi yang pasti tuntutan itu tidak mewakili Nahdliyin," tegasnya.
Lebih lanjut, Inayah bahkan membandingkan kasus ini dengan pengalamannya sendiri. Ia mengaku pernah beberapa kali me-roasting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait isu serupa, namun tidak ada pelaporan atau tindakan hukum yang diambil terhadapnya.
"Saya juga beberapa kali pernah me-roasting PBNU, tapi sama Mas Rizki tidak dituntut. Jadi saya juga bingung sebenarnya masalahnya di mana," ujarnya.
Sikap Inayah ini sejalan dengan kritik yang selama ini ia sampaikan terkait keterlibatan ormas keagamaan dalam pengelolaan tambang.
Sebelumnya, Inayah juga pernah melontarkan kritik pedas mengenai konsesi tambang yang menurutnya bisa menurunkan marwah atau kehormatan dan mencoreng nama baik organisasi keagamaan.
"Kebijakan ini menurunkan level organisasi agama karena organisasi yang seharusnya menjadi tameng dan pelindung masyarakat justru ikut terlibat dalam urusan bisnis yang sangat duniawi,” ujarnya dalam Podcast To The Point pada Desember 2025 lalu.
Ia juga menekankan pesan dari almarhum ayahnya yang menekankan bahwa ormas agama seharusnya bisa menegakkan keadilan, bukan untuk ikut campur dalam urusan yang berhubungan dengan duniawi.
"Tugas agama itu bukan untuk menjaga negara, tapi untuk mendirikan keadilan. Kalau kita lihat urusan tambang, yang muncul justru banyak ketidakadilan," tuturnya.
"Ibaratnya kaya kata pepatah, Tikus mati di lumbung padi. Banyak orang yang dirugikan padahal dia berada di wilayah tambang yang harusnya bisa membuat sejahtera tapi nyatanya kan nggak, karena dampak tambang, meskipun itu banyak menghasilkan," ujarnya.
Adik Yenny Wahid itu menolak konsesi tambang yang diberikan kepada ormas keagamaan. Inayah bahkan menyindir bahwa kebijakan ini tidak menyejahterakan umat tetapi hanya menguntungkan segelintir orang di organisasi tersebut.
"Intinya tambang itu tidak menyejahterakan NU tapi memperkaya beberapa orang di NU. Melihat kaya gini saya sampai merasa ada di titik bahwa saya juga udah gak berharap banyak dengan negara ini ya," katanya sambil tertawa.
Artikel Terkait
Di Balik Pro Kontra Konsesi untuk Ormas Keagamaan, LPPNU dan LPNU Kabupaten Gresik Sambut Baik Keputusan PBNU Kelola Tambang
Inilah Jatah Tambang Muhammadiyah dan NU, Ada 6 Wilayah yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan
Ustadz Felix Siauw 'Kecewa' Gegara Pandji Pragiwaksono Singgung soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang di Panggung Mens Rea: Dia Ambil...
Pandji Pragiwaksono Ungkap Kondisinya Pasca Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Mens Rea: Gua Lagi di...
Biarkan Humor Tetap Hidup! Rhenald Kasali Sampaikan Pesan Menohok Soroti Pandji Pragiwaksono yang Dipolisikan Gegara Jokes di Panggung 'Mens Rea'
Anak Pandji Pragiwaksono Jadi Sasaran Bullying Imbas Jokes Mens Rea yang Singgung Fisik Gibran, Sang Istri Ambil Langkah Tegas Siap Tempuh Jalur Hukum