Minggu, 19 Juli 2026

GUSDURian Menolak, Ketua Umum PBNU Menyambut Baik, Polemik Perbedaan Pendapat Terkait Izin Tambang Ormas Agama

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 13 Juni 2024 | 09:30 WIB
Gus Yahya, Ketum PBNU (Endang Hartatik )
Gus Yahya, Ketum PBNU (Endang Hartatik )

SketsaNusantara.id - KH. Yahya Cholil Staquf atau yang biasa dikenal sebagai Gus Yahya, Ketum PBNU menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) terkait izin tambang yang diberikan kepada ormas keagamaan.

Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan pernyataan dari GUSDURian (sebuah organisasi yang mengusung pemikiran Gus Dur) yang menolak PP izin tambang terhadap ormas keagamaan.

Salah satu alasan yang diajukan GUSDURIan adalah ormas keagamaan yang seharusnya berperan sebagai penjaga moral sehingga tak layak jika harus ambil bagian karena akan melanggar komitmen.

Baca Juga: Sejatinya Berperan Sebagai Penjaga Moral, GUSDURian Nyatakan Sikap Tolak Izin Tambang Untuk Ormas Keagamaan

Alasan lainnya, jika ormas keagamaan diberi izin tambang maka akan banyak resiko turunan karena melihat begitu banyaknya ormas keagamaan sehingga berindikasi akan menimbulkan ketegangan sosial.

Dan ternyata apa yang disampaikan oleh GUSDURians diatas tak sejalan dengan Ketum PBNU Gus Yahya seperti yang dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari laman Instagram @fnksda.

Inti pernyataannya adalah Gus Yahya selaku ketua umum PBNU menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) kepada badan usaha milik ormas keagamaan 

Menurutnya, dikeluarkan nya PP izin tambang terhadap ormas keagamaan merupakan  langkah berani Presiden Jokowi dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Sepak Terjang Fuad Bawazier! Sempat Menjadi Bagian Rezim Abuse Power Masa Soeharto, Kini Duduki Posisi Komisaris Utama MIND ID

Ia juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU)  bukan organisasi yang hanya bergerak dalam bidang keagamaan saja, namun juga dalam bidang kemasyarakatan sehingga bukan hanya yang bersifat keagamaan saja yang diurus namun juga yang berkaitan dengan hajat kemasyarakatan.

Dimana didalamnya ada hajat ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain-lain sehingga untuk menjalankan itu semua butuh biaya. Untuk itu, PBNU berkomitmen ke depannya mereka perlu membangun kapasitas keuangan independen yang sustainable.

Salah satu cara agar mereka memiliki kapasitas keuangan independen yang sustainable adalah dengan cara menerima izin tambang, untuk itu Gus Yahya mengungkapkan bahwa PBNU telah mengajukan permohonan izin untuk mengelola tambang kepada pemerintah.

Menurutnya, NU memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, perangkat organisasi yang lengkap, serta kemampuan untuk mengelola tambang secara profesional.

Baca Juga: Susunan Komisaris & Direksi MIND ID Terbaru, Salah Satunya Ada Grace Natalie

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X