Sebelum polemik Mens Rea, Inayah melalui Jaringan GUSDURian secara konsisten mengkritik kebijakan yang memberi izin pengelolaan tambang kepada organisasi keagamaan.
Menurutnya, ormas seharusnya menjadi penjaga moral dan etika bangsa, bukan terlibat dalam industri ekstraktif yang rawan konflik sosial dan kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, ia melihat materi yang disampaikan di stand up comedy Mens Rea bukan sekadar lawakan di panggung, tetapi menyuarakan keresahan masyarakat sebagai bentuk kebebasan berekspresi.
Sikap Inayah Wahid membela Pandji menjadi suara penting yang menegaskan kritik menjadi bagian dari hak asasi dalam kebebasan berpendapat bagi setiap orang terutama di negara demokrasi seperti Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Di Balik Pro Kontra Konsesi untuk Ormas Keagamaan, LPPNU dan LPNU Kabupaten Gresik Sambut Baik Keputusan PBNU Kelola Tambang
Inilah Jatah Tambang Muhammadiyah dan NU, Ada 6 Wilayah yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan
Ustadz Felix Siauw 'Kecewa' Gegara Pandji Pragiwaksono Singgung soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang di Panggung Mens Rea: Dia Ambil...
Pandji Pragiwaksono Ungkap Kondisinya Pasca Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Mens Rea: Gua Lagi di...
Biarkan Humor Tetap Hidup! Rhenald Kasali Sampaikan Pesan Menohok Soroti Pandji Pragiwaksono yang Dipolisikan Gegara Jokes di Panggung 'Mens Rea'
Anak Pandji Pragiwaksono Jadi Sasaran Bullying Imbas Jokes Mens Rea yang Singgung Fisik Gibran, Sang Istri Ambil Langkah Tegas Siap Tempuh Jalur Hukum