Meski dampaknya tak berbahaya seperti COVID-19, Budi tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap menjaga kesehatan.
Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh tetaplah hal utama yang harus diperhatikan. Istirahat yang cukup, olahraga rutin, dan menjaga pola hidup sehat akan membantu tubuh menciptakan imunitas dalam upaya melawan serangan virus.
"Kalau sistem imun kita baik, kita bisa mengatasi sendiri. Tubuh kita sebenarnaya dikaruniai Tuhan dan punya pertahanan alami yang punya luar biasa.
"Sudah ada tentaranya sendiri dalam tubuh kita sistem imun yang baik yang bisa melawan virus-virus seperti ini," terangnya.
Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemantauan epidemiologi global, Kementerian Kesehatan (Kemenke) RI sebelumnya juga menjelaskan bahwa subclade K dari influenza H3N2 ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian flu lainnya.
Gejala yang ditimbulkan pun umumnya mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, yang membuat tubuh kelelahan.
Kemenkes juga memastikan bahwa vaksin influenza yang ada saat ini masih efektif untuk membantu menurunkan risiko sakit berat.
Meski demikian, pemerintah tak boleh lengah. Kemenkes akan teruse memperkuat surveilans dengan meningkatkan kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi terkini.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri, menggunakan masker saat sakit, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta rajin mencuci tangan.
Dengan kewaspadaan bersama, penyebaran penyakit dapat ditekan sebagai pencegahan untuk mengurangi resiko lebih buruk.
Masyarakat juga diharapkan untu tidak panik menghadapi isu yang beredar mengenai superflu, namun tetap waspada dan tetap jaga kesehatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Nikita Willy Melahirkan dalam Air, Kemenkes RI Tak Sarankan Proses Persalinan Menggunakan Water Birth Bagi Ibu Hamil, Terlalu Beresiko?
Sambut Peringatan Hari Kanker Ovarium Sedunia 2025, Kenali Penyebab dan Penganan Tepat Penyakit Ini, Benarkah Sukar Dideteksi?
Waspada Lonjakan COVID-19 di Asia, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Cegah Penyebaran di Indonesia
BPJS Kesehatan Tegaskan Dokter Umum Bisa Tangani 144 Penyakit Sesuai Standar Tanpa Harus ke Rumah Sakit
Apakah Makan Kulit Ayam Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Jawaban dr. Tirta!
Siapa Prof. Warsito? Inilah Penemu Alat Terapi Kanker yang Diakui Dunia, Namun Kliniknya Justru Ditutup Pemerintah