Rabu, 1 Juli 2026

Nikita Willy Melahirkan dalam Air, Kemenkes RI Tak Sarankan Proses Persalinan Menggunakan Water Birth Bagi Ibu Hamil, Terlalu Beresiko?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 18 Desember 2024 | 17:00 WIB
Potret water birth, melahirkan dalam air seperti yang dilakukan Nikita Willy ternyata tak disarankan Kemenkes RI karena dianggap terlalu beresiko (Instagram/nikitawillyofficial94)
Potret water birth, melahirkan dalam air seperti yang dilakukan Nikita Willy ternyata tak disarankan Kemenkes RI karena dianggap terlalu beresiko (Instagram/nikitawillyofficial94)

SketsaNusantara.id - Belakangan ini, water birth menjadi perbincangan hangat usai Nikita Willy memilih untuk menggunakan metode persalinan tersebut saat melahirkan anak keduanya.

Water birth adalah metode melahirkan dengan berendam dalam air hangat selama proses persalinan. Metode ini dianggap membantu ibu merasa lebih rileks, mempercepat persalinan, dan meminimalkan penggunaan analgesik.

Di negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat, metode ini sudah banyak diterapkan bagi ibu hamil dengan didampingi dokter spesialis dan protokol ketat.

Baca Juga: Cerita Talitha Curtis Sempat Kerja di Karaoke hingga Tidur dengan Om-Om Demi Bertahan Hidup: Bayarannya Cuma...

Metode persalinan water birth kini juga semakin dikenal di Indonesia, terutama setelah beberapa publik figur memilih untuk melakukan prosedur ini untuk membantu mengurangi rasa sakit selama menjalani proses lahiran.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia belum merekomendasikan water birth karena dinilai terlalu berisiko terhadap kesehatan bayi yang berdampak signifikan pasca kelahiran.

Dilansir SketsaNusantara.id dari jurnal berjudul "Guideline for a Safe Water Birth", metode persalinan ini memang dapat mempermudah proses persalinan karena melahirkan dalam air dapat membuat ibu lebih mudah untuk mengejan dalam posisi duduk atau jongkok sehingga memungkinkan untuk membuat proses persalinan menjadi lebih singkat.

Baca Juga: Terciduk Repost Unggahan di TikTok! Sandrinna Michelle Diduga Sindir Sang Ibu, Apa Itu Gangguan Mental NPD?

Selain itu, persalinan dengan metode water birth dapat mengurangi rasa nyeri selama proses persalinan dan mengurangi resiko pendarahan yang menjadi salah satu daya tarik ibu hamil ingin menggunakan proses persalinan ini.

Melahirkan di dalam air hangat menjadikan tubuh ibu menjadi lebih rileks dan bisa bernapas dengan lebih teratur. Air hangat juga dapat membuat otot-otot rileks sehingga tubuh terasa lebih ringan dan mampu meredakan nyeri kontraksi.

Namun, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI belum merekomendasikan water birth karena khawatir air yang digunakan tidak steril dan berisiko menyebabkan infeksi pada bayi yang baru lahir.

Baca Juga: Lewati Masa Sulit, Talitha Curtis Akui Rela Pacaran hingga Ditiduri Om-Om Demi Menyambung Hidup: Aku Sampe Nggak Bisa...

Meski memiliki kelebihan, melahirkan dengan metode water birth juga dinilai terlalu beresiko.

Menggunakan metode melahirkan di dalam air hangat atau water birth, selalu ada risiko tenggelam karena kemungkinan bayi yang baru lahir akan mengalami kekurangan oksigen.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X