Dalam tayangan tersebut, Amran mengatakan pecahan beras yang tinggi seharusnya tidak berada di kelas premium. Ia lalu menyebut bahwa potongan beras itu biasanya digunakan untuk pakan hewan.
Penjelasan tersebut memberi gambaran bagaimana produk pangan dapat dipasarkan dengan kualitas yang tidak tepat.
Ia juga menyinggung soal pemanfaatan subsidi. Amran menyatakan bahwa sebagian pemain besar ikut menikmati skema yang seharusnya diberikan kepada masyarakat kecil. Ia tidak merinci bentuk subsidi tersebut, namun menjelaskan bahwa pola tersebut berdampak pada akses dan harga pangan.
Menurutnya, situasi ini muncul karena sistem yang terlalu menguntungkan kelompok tertentu.
Amran menyampaikan bahwa pembenahan sistem pangan perlu dilakukan menyeluruh. Ia mendorong agar kebijakan diarahkan pada pelaku kecil yang selama ini mengalami tekanan.
Penataan kembali rantai pasok dianggap perlu untuk memastikan distribusi gabah dan beras berjalan lebih adil. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah manipulasi kualitas produk.
Ia menyebut bahwa negara harus hadir dalam memastikan rantai pangan berjalan sesuai standar. Penataan ulang dinilai penting agar penggilingan kecil dapat kembali bersaing.
Amran menegaskan bahwa praktik yang merugikan pelaku kecil harus dihentikan agar sistem pangan lebih seimbang. Pernyataannya mencerminkan fokus pada stabilitas pasokan dan perlindungan konsumen.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mendagri Tito Sebut Inflasi Pangan Turun Jadi 2,31 Persen, Beras SPHP Bulog Disebut Jadi Penopang Utama Stok dan Harga Nasional
Indonesia Dipastikan Tak Impor Beras hingga 2025, Stok 2 Kali Lipat dari Tahun Lalu dan Pendapatan Petani Naik Rp60 Triliun
Menteri Amran Bongkar 212 Merek Beras Premium Tak Sesuai Standar, Tegaskan Perang Lawan Mafia Pangan hingga Pupuk Palsu yang Rugikan Petani
Harga Beras Tak Sesuai HET, Satgas Pangan Temukan Ratusan Merek Curang Meski Produksi Padi Nasional Capai Rekor 57 Tahun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Usulan DPR Soal Penambahan Minyak Goreng 2 Liter dalam Bansos Pangan 10 Kg Beras