Sabtu, 18 Juli 2026

Indonesia Dipastikan Tak Impor Beras hingga 2025, Stok 2 Kali Lipat dari Tahun Lalu dan Pendapatan Petani Naik Rp60 Triliun

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 September 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi pasar beras. (Unsplash/Leonie Clough)
Ilustrasi pasar beras. (Unsplash/Leonie Clough)

SketsaNusantara.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras hingga akhir tahun 2025.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam agenda kerja di Palembang pada Jumat, 5 September 2025.

Amran menegaskan stok cadangan beras nasional saat ini sudah mencukupi. Jumlahnya mencapai hampir 4 juta ton, atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Mengapa Stok Beras Premium Menipis? Satgas Pangan Sebut Produsen Khawatir Risiko Hukum

“Insya Allah aman, tidak ada impor karena stok kita banyak,” ujar Amran kepada awak media.

Ketersediaan beras tersebut menurut Amran tidak lepas dari capaian panen yang meningkat.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), produksi padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 34-35 juta ton.

Baca Juga: Harga Beras Disebut Mulai Turun, Pemerintah Pastikan Stok Aman dan Operasi Pasar Jalan Terus

Angka itu naik sekitar 4 juta ton setara beras dibanding tahun sebelumnya.

Amran menyebut kenaikan produksi beras ini ikut mengerek tambahan pendapatan petani. Nilainya disebut mencapai Rp60 triliun dalam dua tahun terakhir.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelum 2025, Indonesia masih bergantung pada impor beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).

Keberhasilan menjaga pasokan pangan juga terkait kebijakan penyederhanaan regulasi yang dijalankan pemerintah. Menurut Amran, langkah seperti penambahan sarana produksi dan kemudahan pengadaan pupuk ikut mempercepat peningkatan produksi.

“Kita syukuri ini, di bawah gagasan Pak Presiden, dengan menyederhanakan regulasi, sarana produksi ditambah, mempermudah pengadaan pupuk dan lain-lain juga berkontribusi pada produksi,” jelasnya.

Selain stok yang meningkat, indikator kesejahteraan petani turut memperlihatkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP), yang menjadi salah satu ukuran utama, mengalami kenaikan hingga 123 persen.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X