Amran menilai capaian tersebut perlu disyukuri karena menunjukkan adanya dampak langsung dari kebijakan pertanian terhadap kehidupan petani.
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah tetap akan hadir menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Jika terdapat gejolak harga, langkah pengendalian akan ditempuh agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang wajar.
“NTP (Nilai Tukar Petani) kesejahteraan petani naik 123 persen, indikator ini harus kita syukuri,” tuturnya.
Dengan stok yang lebih besar, hasil panen yang meningkat, dan dukungan regulasi, Amran optimistis kebutuhan beras nasional hingga akhir tahun 2025 dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor beras dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Kebijakan tidak melakukan impor hingga akhir 2025 menjadi sinyal kuat bahwa produksi dalam negeri sanggup menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan tambahan pendapatan petani dan jaminan stabilitas harga, pemerintah berharap sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Cek Merek Berasmu, Update Resmi 5 Merek Beras Premium dari 3 Produsen yang Dinyatakan Tak Sesuai Standar Mutu Hingga Terkena Sangsi Pidana
Difoto Pegang 2 Karung Beras, Dapatnya Cuma 1: Warga Desa Ini Bongkar Dugaan Main Curang Bantuan Sosial
Daftar Merek Beras Diduga Oplosan, Ada 212 Produk Tak Sesuai Aturan dan Rugikan Konsumen hingga Triliunan Rupiah
132 Ton Beras Premium Disita, Dirut PT Food Station dan 2 Bawahan Ditetapkan Jadi Tersangka Oplosan