SketsaNusantara.id - Polemik ijazah palsu Joko Widodo masih menjadi perbincangan hangat dan terus bergulir hingga kini.
Hingga kini, perdebatan antara ijazah Jokowi asli atau palsu masih menuai pro kontra dan masih memicu perdebatan.
Salah satu tokoh yang terkena imbas dari kabar tersebut adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia yaitu Mahfud MD.
Baca Juga: Mahfud MD Bantah Pernah Sebut Ijazah Jokowi Asli: Berita Itu Pelintiran dan Bohong
Nama Mahfud MD baru-baru ini terseret karena digadang-gadang telah menyebut bahwa ijazah Jokowi tersebut asli.
Hal ini ditepis oleh mantan calon Presiden periode 2024-2029 tersebut melalui sebuah unggahan klarifikasi.
Unggahan tersebut dibagikan di akun Instagram @mohmahfudmd pada 9 November 2025 seperti dikutip oleh tim SketsaNusantara.id.
Pada foto yang dibagikan, terpampang sebuah judul berita dari media online ‘Repelita’ yang dipublikasikan pada 11 Agustus 2025.
Berita tersebut berjudul ‘Mahfud MD Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo dan Tifa Resmi Jadi Tersangka Tuduhan Palsu’.
“Ada berita beredar bahwa (setelah Roy Suryo cs dijadikan Tersangka) Mahfud MD bilang ijazah Jokowi Asli,” tulis Mahfud dikutip oleh tim redaksi.
Baca Juga: Ditanya Alasan KPK Tak Kunjung Selidiki Dugaan Korupsi Whoosh, Mahfud MD: Entah Takut Pada Siapa
Mahfud menegaskan bahwa berita tersebut hoax dan dirinya tidak pernah memberikan pernyataan tersebut.
“Berita itu adalah pelintiran dan bohong. Saya tak pernah bilang ijazah Joko Widodo asli atau palsu,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Baru Sebulan Menjabat, Purbaya Dipuji Mahfud MD: Dia Mulai Hantam Korupsi
Presiden Prabowo Segera Lantik 9 Tokoh Komite Reformasi Polri, Nama Mahfud MD Ikut Masuk?
Mahfud MD Sentil KPK Usai Diminta Bikin Laporan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Eks Menko Polhukam: Agak Aneh
Mahfud MD Tantang KPK, Sebut Lembaga Antirasuah Keliru 2 Kali Tanggapi Isu Whoosh
Di Balik Utang Rp116 Triliun Proyek Whoosh, Mahfud MD Singgung Pengaruh China hingga Risiko Hukum
Siapa yang Kendalikan Whoosh? Mahfud MD Ungkap Pejabat Strategis Proyek Didominasi China Meski Saham RI 60 Persen