SketsaNusantara.id - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melaporkan total kerugian masyarakat akibat penipuan digital di sektor jasa keuangan.
Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Center atau IASC sejak November 2024, total kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp7 triliun.
Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.
“Total kerugian masyarakat sudah Rp7 triliun,” ujar Friderika di Purwokerto pada Sabtu, 18 Oktober 2025 lalu.
Menanggapi laporan tersebut, Friderica mengungkapkan pihaknya akan memperkuat langkah pemberantasan praktik scam tersebut.
“Kita masih working on it ya, supaya ini bisa lebih maju, lebih cepat, bisa menyelamatkan masyarakat,” katanya lagi.
Selain total nilai kerugian yang cukup fantasitis, OJK juga mengungkapkan jumlah laporan yang masuk ke IASC.
Sejak dibentuk bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada 22 November 2024 lalu, ada sekitar hampir 300 ribu laporan penipuan jasa keuangan yang diterima OJK.
Dari hampir 300 ribu laporan tersebut, transaksi jual-beli online jadi modus yang paling banyak digunakan pelaku.
Baca Juga: OJK Jember: Literasi Ekonomi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Sekar Kijang
Angkat tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat tertinggi jumlah laporan penipuan keuangan digital di dunia.
Artikel Terkait
Prabowo Setuju Bensin Dicampur Etanol, Pertamina Siap Jalan tapi DPR Ingatkan soal Risiko Mesin
Jadi Primadona Pertanian Baru di Jember, Si Mungil Okra Punya Harga Tinggi dan Tembus Pasar Internasional
Dianggap Membela Trans7, Konten Kreator Stevanus Revaldo Digeruduk Banser NU Jember
Ditjen Dikti Kutuk Keras Aksi Dugaan Bullying di Universitas Udayana yang Tewaskan Mahasiswa Timothy Anugerah Saputra, Serukan Pernyataan Tegas Ini
Mahfud MD Sentil KPK Usai Diminta Bikin Laporan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Eks Menko Polhukam: Agak Aneh
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembuang Bayi Perempuan di Jember, Masih Berstatus Pelajar SMA?
Pesulap Merah Tanggapi Pernyataan Alumni Santri Lirboyo Asal Banyuwangi saat Mediasi dengan Trans7: Stop Nakut Nakutin