SketsaNusantara.id - Wacana penggunaan bahan bakar campuran etanol atau E10 kembali mencuat setelah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2025.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat transisi energi menuju emisi rendah.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap impor minyak sekaligus menurunkan emisi karbon nasional.
Baca Juga: BBM Langka di SPBU Swasta, Pertamina Sebut Tak Cari Untung dan Buka Peluang Negosiasi Baru
Namun, di balik potensi besar itu, muncul sejumlah catatan teknis yang perlu diantisipasi agar penerapan E10 tidak menimbulkan masalah di lapangan.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memastikan kesiapan perusahaan pelat merah tersebut dalam mendukung kebijakan pencampuran etanol ke bahan bakar minyak.
“Kami akan selalu mendukung arahan dari pemerintah,” ujarnya dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat 17 Oktober 2025.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sindir Pertamina Malas Bangun Kilang, RDMP Balikpapan Diklaim Sudah 96 Persen Rampung
Menurut Simon, berbagai negara telah lebih dahulu menerapkan bahan bakar serupa dengan hasil positif. Ia mencontohkan Brasil sebagai negara yang sukses menjalankan program tersebut.
“Kami tahu bahwa di beberapa negara sudah banyak yang menerapkan pencampuran etanol. Bahkan di Brazil, ada kota-kota tertentu yang memang mandatory E100, sementara di tempat lain masih E20,” jelasnya.
Simon menjelaskan, implementasi E10 di Indonesia akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih.
“Ini adalah bagian dari inisiatif kita untuk menciptakan emisi yang lebih rendah, terutama dari produk-produk BBM kita,” ucapnya.
Pertamina sendiri telah melakukan uji coba penggunaan E10 di Surabaya bersama beberapa mitra otomotif.
Artikel Terkait
Pertamina Tambah Armada Pengiriman BBM, Antrean di SPBU Mulai Berkurang
Khofifah: Pertamina Sediakan Pasokan Harian Normal Sebanyak 982 KL untuk 40 SPBU di Jember
Warga ini Rekam Detik-Detik Meledaknya Sumur Milik Pertamina di Subang, Terdengar Suara Gemuruh Disusul Ledakan
Sinergi Energi Bersih Pertamina-PLN Didukung Danantara, 19 Proyek Panas Bumi Siap Dipercepat Hingga 1.130 MW
Pertamina Luncurkan SAF Berbahan Minyak Jelantah, Pelita Air Terbang Perdana Jakarta-Denpasar Pakai Avtur Ramah Lingkungan