Kamis, 4 Juni 2026

Pertamina Luncurkan SAF Berbahan Minyak Jelantah, Pelita Air Terbang Perdana Jakarta-Denpasar Pakai Avtur Ramah Lingkungan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Potret SPBU Pertamina. (Tangkap layar kanal instagram Pertamina)
Potret SPBU Pertamina. (Tangkap layar kanal instagram Pertamina)

SketsaNusantara.id - PT Kilang Pertamina Internasional, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), resmi mengirim bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk pertama kalinya.

Produk ini diproduksi di Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah, dengan bahan baku sebagian berasal dari minyak jelantah.

Langkah ini menjadi terobosan penting dalam industri aviasi Indonesia yang tengah bergerak menuju energi berkelanjutan.

Baca Juga: Sinergi Energi Bersih Pertamina-PLN Didukung Danantara, 19 Proyek Panas Bumi Siap Dipercepat Hingga 1.130 MW

Pengiriman perdana SAF dilakukan pada Selasa, 12 Agustus 2025, di Gedung Patra Graha Cilacap. Dalam kesempatan tersebut, diumumkan bahwa sebanyak 32 kiloliter SAF dikirim untuk kebutuhan penerbangan.

“Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar, kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Irawan, dikutip dari laman resmi Pertamina, Kamis, 14 Agustus 2025.

Produk SAF dari Kilang Cilacap mengandung campuran minyak jelantah sebesar 3 persen. Sisanya, sekitar 97 hingga 97,5 persen, masih merupakan minyak fosil.

Baca Juga: Warga ini Rekam Detik-Detik Meledaknya Sumur Milik Pertamina di Subang, Terdengar Suara Gemuruh Disusul Ledakan

Total produksi SAF di kilang tersebut saat ini mencapai 1.200 kiloliter per hari.

Minyak jelantah yang digunakan sebagai bahan baku diperoleh dari masyarakat melalui SPBU dan pemasok besar yang tergabung dalam asosiasi pengumpul.

Saat ini, terdapat 25 SPBU yang menjadi titik pengumpulan minyak jelantah. Pertamina menargetkan jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 6.000 SPBU di seluruh Indonesia untuk memperluas cakupan pasokan.

Pemanfaatan SAF sebagai bahan bakar penerbangan komersial akan dimulai oleh maskapai Pelita Air pada 20 Agustus 2025.

Rute pertama yang akan menggunakan SAF adalah Jakarta-Denpasar.

Dengan pengiriman perdana ini, Indonesia resmi memasuki era baru penggunaan bahan bakar ramah lingkungan untuk sektor penerbangan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X