Kamis, 4 Juni 2026

5 Pernyataan Istana soal Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Pemerintah Resmi Cabut IUP 4 Perusahaan Kecuali PT GAG Nikel, Ini Alasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Juni 2025 | 14:30 WIB
Potret Mensesneg dan Menteri ESDM dalam konferensi pers terkait pencabutan izin usaha pertambangan di Raja Ampat karena beresiko merusak lingkungan di Papua (YouTube Sekretariat Presiden)
Potret Mensesneg dan Menteri ESDM dalam konferensi pers terkait pencabutan izin usaha pertambangan di Raja Ampat karena beresiko merusak lingkungan di Papua (YouTube Sekretariat Presiden)

"Dari 5 IUP, hanya 4 yang dicabut dan PT Gag Nikel yang masih tetap diizinkan beroperasi dengan mempertimbangkan secara komprehensif apa yang ada di hasil temuan di lapangan," kata Bahlil.

"Hanya PT Gag Nikel yang memberikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada 2025. Perusahaan itu bisa berproduksi dan sejalan jika ada AMDAL-nya sedangkan 4 perusahaan lainnya tidak diberikan sehingga mereka tidak lolos administrasi itu," ungkapnya.

Selain itu, Bahlil juga telah melihat kondisi di lapangan bahwa aktivitas pertambangan PT Gag Nikel berada jauh dari Piaynemo sehingga tidak berdampak terhadap ekosistem di kawasan utama Raja Ampat.

"Secara geografis lebih dekat ke Maluku Utara. Pulau Gag ini juga tidak berada di kawasan Geopark Raja Ampat, sekitar 42 km dari wisata utama Piaynemo," imbuhnya.

Baca Juga: Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Keuskupan Katolik di Timika Ikut Bersuara

4. Klarifikasi ondisi di Raja Ampat Termasuk Pulau Gag dan Piaynemo

Menteri ESDM juga meluruskan beredarnya foto-foto yang viral soal kerusakan lingkungan di Raja Ampat. Ia bahkan menunjukkan kondisi Pulau Gag yang masih dalam kondisi baik dan tidak tercemar aktivitas pertambangan.

"Ini bisa dilihat sendiri hasil pantauan udara di kawasan Pulau Gag, Raja Ampat. Mohon maaf katanya terumbu karangnya tercemar dan dari 13 ribu hektar ini yang dibuka hanya 260 hektar dan sudah direklamasi 130 hektar," tuturnya.

"Perlu saya klarifikasi kondisi terakhir di Piaynemo ini masih dalam keadaan baik sehingga jika beredar foto-foto yang lain, mohon ditanggapi dengan bijak dan dibedakan mana yang sesungguhnya mana yang tidak," ujarnya.

Baca Juga: Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman

5. Janji Pemerintah Mengawasi Aktivitas Pertambangan di Raja Ampat

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa aktivitas pertambangan PT Gag Nikel akan diawasi ketat, terutama terkait Amdal dan reklamasi, agar tidak merusak terumbu karang dan biodiversitas laut.

"Pak Presiden sudah memberikan perintah khusus untuk mengawasi, jadi AMDAL dan reklamasi harus diperhatikan secara ketat agar tidak merusak terumbu karang," ujarnya.

Mensesneg juga menyebut bahwa Presiden Prabowo terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan pihak-pihak terkait untuk aktif melakukan pengawasan untuk menjaga kelestarian lingkungan di Raja Ampat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X