Kamis, 4 Juni 2026

Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman

Photo Author
Selly Mauren Wattimury, Sketsa Nusantara
- Minggu, 8 Juni 2025 | 19:30 WIB
Penampakan pulau-pulau di Raja Ampat.  (Pexels/ Angke Widya:)
Penampakan pulau-pulau di Raja Ampat. (Pexels/ Angke Widya:)

 

SketsaNusantara.id - Pertambangan nikel yang beroperasi di lima pulau sekitar Raja Ampat sedang menjadi topik perbincangan hangat.

Pasalnya operasi tambang Nikel di Pulau Gag, Manuran, Batang Pele, Kawe, dan Waigeo berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup keragaman hayati di wilayah sekitar.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube Greenpeace, video ekspedisi ke Raja Ampat yang diunggah sekitar bulan Mei 2025 menunjukkan lokasi pertambangan yang semakin meluas.

Baca Juga: Bukan Cuma Raja Ampat, Ini Deretan Pulau Kecil di Indonesia yang Terancam Rusak akibat Tambang Meski Dilindungi Undang-undang

Berdasarkan hasil analisa Greenpeace, keberadaan pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat tak sekedar mengancam kelestarian lingkungan namun juga merampas hak masyarakat asli atas hutan adat.

Berkaitan dengan ancaman tersebut, aliansi publik dan warganet melalui kampanye online #SaveRajaAmpat berhasil mendesak Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalia terjun langsung ke lokasi pertambangan yaitu Pulau Gag.

Dilansir SketsaNusantara.id dari esdm.go.id, Bahlil langsung bertemu serta berdialog dengan masyarakat di Pulau Gag yang notabene berprofesi sebagai nelayan.

Baca Juga: 17 Tahun Diabaikan, Suara Mamat Alkatiri soal Alam Papua Kini Terbukti di Tengah Ancaman Kerusakan Raja Ampat karena Tambang Nikel

Dari hasil perbincangan tersebut diketahui masyarakat Pulau Gag menyampaikan hal positif yang mereka rasakan dengan adanya perusahaan yang melakukan pertambangan nikel.

Antara lain, mereka mendapatkan donatur yang membiayai keperluan seperti perlengkapan menangkap ikan serta hasil tangkapan ikan bisa dengan mudah dijual ke perusahaan.

Di sisi lain, berdasarkan penuturan Fathah Abanovo, seorang nelayan di Pulau Gag menyampaikan operasi tambang nikel tidak mengganggu aktivitas para nelayan.

Baca Juga: Bukan Era Bahlil Lahadalia, Sosok ini Menjabat sebagai Menteri ESDM saat Dibukanya Gerbang Perizinan Pertambangan Nikel di Raja Ampat

"Aktivitas penangkapan ikan berjalan seperti biasa, air tetap jernih, kualitas air juga bagus," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X