SketsaNusantara.id - Pertambangan nikel yang beroperasi di lima pulau sekitar Raja Ampat sedang menjadi topik perbincangan hangat.
Pasalnya operasi tambang Nikel di Pulau Gag, Manuran, Batang Pele, Kawe, dan Waigeo berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup keragaman hayati di wilayah sekitar.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube Greenpeace, video ekspedisi ke Raja Ampat yang diunggah sekitar bulan Mei 2025 menunjukkan lokasi pertambangan yang semakin meluas.
Berdasarkan hasil analisa Greenpeace, keberadaan pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat tak sekedar mengancam kelestarian lingkungan namun juga merampas hak masyarakat asli atas hutan adat.
Berkaitan dengan ancaman tersebut, aliansi publik dan warganet melalui kampanye online #SaveRajaAmpat berhasil mendesak Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalia terjun langsung ke lokasi pertambangan yaitu Pulau Gag.
Dilansir SketsaNusantara.id dari esdm.go.id, Bahlil langsung bertemu serta berdialog dengan masyarakat di Pulau Gag yang notabene berprofesi sebagai nelayan.
Dari hasil perbincangan tersebut diketahui masyarakat Pulau Gag menyampaikan hal positif yang mereka rasakan dengan adanya perusahaan yang melakukan pertambangan nikel.
Antara lain, mereka mendapatkan donatur yang membiayai keperluan seperti perlengkapan menangkap ikan serta hasil tangkapan ikan bisa dengan mudah dijual ke perusahaan.
Di sisi lain, berdasarkan penuturan Fathah Abanovo, seorang nelayan di Pulau Gag menyampaikan operasi tambang nikel tidak mengganggu aktivitas para nelayan.
"Aktivitas penangkapan ikan berjalan seperti biasa, air tetap jernih, kualitas air juga bagus," ujarnya.
Artikel Terkait
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Heran dengan Pernyataan Bahlil Lahadalia soal ini
Polemik Tambang di Raja Ampat Papua, Admin Gerindra Dihujani Pertanyaan Netizen! Responsnya Bikin Kaget: Tanya ChatGPT
Jurus Silat Lidah Bahlil di Balik Nikel Raja Ampat, Sebut Dirinya Belum Jadi Menteri saat Izin Diterbitkan
Kementerian ESDM Laporkan Hasil Evaluasi di Lapangan Terkait Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Aming Supriatna Geram dan Turut Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat: BUMI CUMA 1, Belum Ada Rumah Baru!