Pengakuan mengejutkan lainnya dari rekan Fathah, sesama nelayan yang bernama Lukman Harun membantah berita yang menyebutkan kualitas dan warna air yang berubah mempengaruhi hasil tangkapan adalah tidak benar.
Aspek-aspek tersebut kemudian turut menjadi pertimbangan Bahlil yang melihat bahwa pertambangan nikel di Pulau Gag membawa dampak positif kepada masyarakat sekitar.
Selain Bahlil, Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat turut memberikan pernyataannya dalam kunjungan tersebut.
Elisa Kambu selaku Gubernur Papua Barat Daya menjelaskan bahwa dampak pertambangan nikel yang sebenarnya tidak seperti yang ramai digunjingkan.
Sementara itu, mengutip pernyataan Elisa dari esdm.go.id disebutkan masyarakat Pulau Gag mendukung penuh pertambangan nikel tetap dilanjutkan karena manfaat positif yang mereka rasakan.
"Ketika kami sampai dis ana, masyarakat lokal, semua yang ada disitu, kecil, besar, perempuan, tua, muda, mereka menangis, minta Pak Menteri ini tidak boleh ditutup, ini harus dilanjutkan. Dan kalau kami pemerintah harus mengikuti kemauan masyarakat, dan kita itu hadir untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa kita harus membuat rakyat susah," ungkapnya.
Mendukung pernyataan Gubernur, Orideko Iriano menambahkan bahwa setelah melihat langsung kondisi Pulau Gag, dipastikan tidak paraj seperti yang dinarasikan secara meluas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Heran dengan Pernyataan Bahlil Lahadalia soal ini
Polemik Tambang di Raja Ampat Papua, Admin Gerindra Dihujani Pertanyaan Netizen! Responsnya Bikin Kaget: Tanya ChatGPT
Jurus Silat Lidah Bahlil di Balik Nikel Raja Ampat, Sebut Dirinya Belum Jadi Menteri saat Izin Diterbitkan
Kementerian ESDM Laporkan Hasil Evaluasi di Lapangan Terkait Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Aming Supriatna Geram dan Turut Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat: BUMI CUMA 1, Belum Ada Rumah Baru!