SketsaNusantara.id - Aktivitas pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, tengah menjadi perhatian masyarakat bersama secara nasional.
Mulai dari masyarakat, akademisi hingga sejumlah tokoh dan organisasi keagamaan turut menyoroti hingga memberikan tanggapan terkait aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat.
Salah satunya adalah Keuskupan Katolik di Timika yang turut bersuara menanggapi tambang nikel di Raja Ampat yang berpotensi merusak lingkungan.
Dalam ibadah Pentakosta yakni hari keturunan Roh Kudus kemarin 8 Juni 2025, Keuskupan Katolik di Timika menyinggung persoalan tambang nikel yang dinilai menunjukkan ketamakan dan kerakusan manusia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari youtube Gereja Tiga Raja Timika, Monsignor Bernardus Bofitwos Baru menyampaikan pesan dan tanggapannya terkait isu tersebut.
"Keindahan Raja Ampat saat ini mulai hancur karena ketamakan dan kerakusan oligarki dan penguasa demi Proyek Strategis Nasional", tegasnya.
Baca Juga: Tolak Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Ustadz Abdul Somad Sentil Lewat Puisi Karyanya
Lebih lanjut pada hari Keturunan Roh Kudus tersebut ia menyampaikan bahwa menjaga kelestarian alam seperti laut, hutan, dan lingkungan merupakan wujud pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan manusia.
"Pihak yang berjuang untuk mempertahankan alamnya, hutannya, budayanya. Itulah mereka yang dikuasai oleh Roh Kudus. Berani untuk terus bersuara tentang hak-hak hidupnya. Tapi pihak yang menciptakan konflik adalah roh kejahatan yang menguasainya demi kepentingan kapitalisme, imperialisme, oligarki. Inilah roh kedagingan", jelasnya.
Artikel Terkait
Tolak Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Ustadz Abdul Somad Sentil Lewat Puisi Karyanya
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Memohon Pada Prabowo Subianto untuk Lakukan ini
Aming Supriatna Geram dan Turut Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat: BUMI CUMA 1, Belum Ada Rumah Baru!
Bukan Era Bahlil Lahadalia, Sosok ini Menjabat sebagai Menteri ESDM saat Dibukanya Gerbang Perizinan Pertambangan Nikel di Raja Ampat
17 Tahun Diabaikan, Suara Mamat Alkatiri soal Alam Papua Kini Terbukti di Tengah Ancaman Kerusakan Raja Ampat karena Tambang Nikel
Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman