Minggu, 19 Juli 2026

Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Keuskupan Katolik di Timika Ikut Bersuara

Photo Author
Selly Mauren Wattimury, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Juni 2025 | 19:25 WIB
Monsignor Bernardus Bofitwos Baru, sedang menyampaikan khotah dalam ibadah Pentakosta pertama  (Tangkapan layar youtube/Multimedia Tiga Raja Timika)
Monsignor Bernardus Bofitwos Baru, sedang menyampaikan khotah dalam ibadah Pentakosta pertama (Tangkapan layar youtube/Multimedia Tiga Raja Timika)

 

 

SketsaNusantara.id - Aktivitas pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, tengah menjadi perhatian masyarakat bersama secara nasional. 

Mulai dari masyarakat, akademisi hingga sejumlah tokoh dan organisasi keagamaan turut menyoroti hingga memberikan tanggapan terkait aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat.

 

 

Salah satunya adalah Keuskupan Katolik di Timika yang turut bersuara menanggapi tambang nikel di Raja Ampat yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga: Bela PT Gag? Pernyataan Ketua PBNU Gus Fahrur Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Panen Hujatan, Netizen: Kyai Kok Masih Memperkaya Diri

Dalam ibadah Pentakosta yakni hari keturunan Roh Kudus kemarin 8 Juni 2025, Keuskupan Katolik di Timika menyinggung persoalan tambang nikel yang dinilai menunjukkan ketamakan dan kerakusan manusia. 

Dilansir SketsaNusantara.id dari youtube Gereja Tiga Raja Timika, Monsignor Bernardus Bofitwos Baru menyampaikan pesan dan tanggapannya terkait isu tersebut. 

"Keindahan Raja Ampat saat ini mulai hancur karena ketamakan dan kerakusan oligarki dan penguasa demi Proyek Strategis Nasional", tegasnya. 

Baca Juga: Tolak Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Ustadz Abdul Somad Sentil Lewat Puisi Karyanya

Lebih lanjut pada hari Keturunan Roh Kudus tersebut ia menyampaikan bahwa menjaga kelestarian alam seperti laut, hutan, dan lingkungan merupakan wujud pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan manusia. 

"Pihak yang berjuang untuk mempertahankan alamnya, hutannya, budayanya. Itulah mereka yang dikuasai oleh Roh Kudus. Berani untuk terus bersuara tentang hak-hak hidupnya. Tapi pihak yang menciptakan konflik adalah roh kejahatan yang menguasainya demi kepentingan kapitalisme, imperialisme, oligarki. Inilah roh kedagingan", jelasnya. 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Youtube Gereja Tiga Raja Timika

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X