Menanggapi pernyataan Monsignor Bernardus Bofitwos Baru, warganet memberikan dukungan dan persetujuannya sebagai bentuk perhatian kepada isu krisis lingkungan yang sedang berkembang.
"Terima kasih, Romo sudah menyuarakan kebenaran. Semoga edukasi kepada para warga bisa mengakar kuat. Karena di media massa lainnya, Pemda meminta tambang nikel dilanjutkan", tulis seorang warganet.
Timpal warganet lain, "Gaungkan dan viralkan terus berita ini, hingga terdengar ke internasional, jangan sampai berita ini tenggelam, gaungkan terus hingga tertutup permanen, dan hukum semua pelaku pelanggar undang2 yg telah ditetapkan".
Selain keuskupan katolik di Timika, pemuka agama lain yang diketahui turut bersuara terkait isu kerusakan lingkungan di Raja Ampat adalah Ustadz Abdul Somad.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tolak Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Ustadz Abdul Somad Sentil Lewat Puisi Karyanya
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Memohon Pada Prabowo Subianto untuk Lakukan ini
Aming Supriatna Geram dan Turut Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat: BUMI CUMA 1, Belum Ada Rumah Baru!
Bukan Era Bahlil Lahadalia, Sosok ini Menjabat sebagai Menteri ESDM saat Dibukanya Gerbang Perizinan Pertambangan Nikel di Raja Ampat
17 Tahun Diabaikan, Suara Mamat Alkatiri soal Alam Papua Kini Terbukti di Tengah Ancaman Kerusakan Raja Ampat karena Tambang Nikel
Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman