Kejadian ini dikonfirmasi pihak berwajib dari Polsek Jambesari. Dijelaskan bahwa sound horeg mendadak jatuh karena terhalang ranting pohon saat melintas menuju lokasi acara Imtihanan.
"Sound besar ini memang disediakan untuk acara perayaan Imtihanan, tapi saat perjalanan ternyata sound paling atas nyangkut ke ranting pohon lalu jatuh mengenai kru dan menimpa penonton di belakangnya," ungkap Iptu Sumanto, Kapolsek Jambesari pada hari Minggu, 18 Mei 2025.
Baca Juga: Gegara Berisik! Polisi Jember Tertibkan Parade Sound Horeg yang Meresahkan Warga
Sound horeg tersebut diketahui disiapkan untuk memeriahkan acara Imtihanan, sebuah perayaan yang biasa digelar oleh masyarakat pesantren di akhir masa belajar santri.
Namun, Kapolsek Jambersari mengungkapkan bahwa panitia penyelenggara belum memberikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian terkait penggunaan sound horeg untuk acara tersebut.
Warganet pun ramai menyuarakan kritik. Banyak netizen menyayangkan sound horeg masih dipakai untuk memeriahkan acara hiburan warga, terlebih kemunculannya kerap menuai kontroversi.
Di berbagai daerah, kemunculan Sound Horeg menimbulkan keresahan. Musik sound horeg terlalu keras menciptakan getaran kuat yang mampu merusak rumah-rumah warga.
Selain itu, musik sound horeg yang terdengar begitu keras juga berdampak bagi kesehatan dan mengganggu kenyamanan masyarakat karena terlalu berisik.
Sound horeg memang kerap digunakan dalam berbagai acara hiburan. Namun, keberadaannya menuai pro dan kontra karena beberapa kali menimbulkan kericuhan, kerusakan, dan sekarang ada korban terluka.
"Ini yang namanya seni? sampe didaftarin Hak Intelektual?? nggak ada faedahnya, lagian bocil-bocil itu apa gak budeg sedekat itu di belakang sound horeg padahal suaranya berisik banget," komentar salah satu netizen.
"Panitia gimana kok gak ada korlap, gak ada sterilisasi jalan dulu, kasian anak-anak yang kena, semoga jadi pelajaran. Udah banyak kerugian gegara sound horeg, rumah warga rusak, bikin jantungan, sekarang ada yang kerubuhan," imbuh netizen lainnya.
"Kalo udah ada korban begini siapa yang tanggung jawab? gak ada kapok-kapoknya masih aja diterusin budaya merugikan kaya gini. Gak semua suka sound horeg, carilah hiburan rakyat itu yang bisa dinikmati semua kalangan," komentar netizen lainnya.
Baca Juga: Jadi Guru Lebih Penting, Inilah Alasan Dik Doank Tinggalkan Dunia Hiburan: Bodoh itu Nggak Enak
Artikel Terkait
Wadahi Komunitas Sound Horeg di Jember, Gus Fawait Komitmen Berikan Penataan dan Pengungkit Ekonomi
Sarkas! Dandhy Laksono Sebut Sederet Stafsus Pemerintah Bakal Jadi 'Sound Horeg' Pasca Pelantikan Deddy Corbuzier: Menuju Situasi 'Race to the Bottom'
Pemuda Jember Meninggal Akibat Terjatuh di Gunung Saeng, Jalur Pendakian 3 Gunung di Bondowoso Ditutup Permanen, Perhutani: Bukan Tempat Wisata Resmi
Angka Putus Sekolah Tinggi, Tiga SMK Bondowoso Buka Sekolah Gratis Sampai Lulus
Sejak 1980-an, Bangunan di Jember ini Jadi Penjaga Warisan Budaya dan Pusat Edukasi, Tak Hanya Menyimpan Sejarah
Harga Tiket Terjangkau, KA Pandanwangi Suguhkan Pemandangan Jalur Eksotis Menuju Wisata di Jember-Banyuwangi