Minggu, 19 Juli 2026

Pemuda Jember Meninggal Akibat Terjatuh di Gunung Saeng, Jalur Pendakian 3 Gunung di Bondowoso Ditutup Permanen, Perhutani: Bukan Tempat Wisata Resmi

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Mei 2025 | 07:01 WIB
Potret Gunung Saeng di Bondowoso yang kini dilarang untuk dikunjungi setelah Perhutani resmi menutup jalur pendakian pasca tragedi pemuda Jember tewas akibat terjatuh saat mendaki (Instagram/gunungsaeng.via.sumberwaru)
Potret Gunung Saeng di Bondowoso yang kini dilarang untuk dikunjungi setelah Perhutani resmi menutup jalur pendakian pasca tragedi pemuda Jember tewas akibat terjatuh saat mendaki (Instagram/gunungsaeng.via.sumberwaru)

SketsaNusantara.id – Pasca tragedi pemuda Jember yang ditemukan tewas saat mendaki Gunung Saeng di Bondowoso, Jawa Timur, kini jalur pendakian 3 gunung di kawasan tersebut akhirnya ditutup permanen.

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso resmi menutup jalur pendakian 3 gunung di kawasan pegunungan Argopuro, yaitu Gunung Saeng, Gunung Piramid, dan Gunung Gulgulan.

Penutupan jalur pendakian ini disampaikan melalui surat edaran Perhutani yang dikeluarkan pada hari Selasa, 6 Mei 2025.

Baca Juga: 5 Fakta Tragedi Pemuda Jember yang Dikabarkan Hilang Saat Mendaki Gunung Saeng: Kronologi hingga Penemuan Korban dalam Keadaan Tak Bernyawa

Keputusan ini diambil menyusul tragedi yang menimpa Fahrul Hidayatullah, pemuda 18 tahun asal Jember yang terjatuh ke jurang sedalam 150 meter di Gunung Saeng.

Pemuda berusia 18 tahun yang akrab dipanggil Baim itu dikabarkan menghilang pada Kamis, 1 Mei 2025 dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Siswa SMKN 5 Jember itu baru pertama kali mendaki dan dilaporkan terjatuh saat turun dari puncak Gunung Saeng bersama 4 orang temannya.

Menurut laporan yang diterim BPBD Bondowoso, Baim kehilangan keseimbangan di medan berpasir yang curam kemudian jatuh ke jurang. Ia ditemukan oleh Tim SAR pada hari Jumat, 2 Mei 2025 dengan bantuan drone thermal.

Proses evakuasi pun memakan waktu berhari-hari karena medan ekstrem dan cuaca buruk. Dengan persiapan matang, Baim akhirnya berhasil dievakuasi pada hari Minggu, 4 Mei 2025.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Hilangnya Pendaki di Gunung Saeng, Ini 8 Persiapan Utama yang Tak Boleh Diabaikan Pendaki Pemula

Tragedi ini bukan yang pertama di kawasan ini. Beberapa tahun lalu, Gunung Piramid dan Gulgulan juga pernah memakan korban jiwa, sehingga jalur pendakian di kawasan tersebut ditutup sementara.

Kini, jalur pendakian yang berada di Gunung Saeng, Gunung Piramid dan Gulgulan ditutup permanen.

Langkah tegas ini merupakan respons atas pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kelestarian alam, sekaligus untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dalam surat edarannya, Perhutani Bondowoso dengan tegas melarang pendakian di Gunung Saeng, Gunung Piramid dan Gulgulan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X