SketsaNusantara.id - Sejumlah pendaki yang naik ke Puncak Carstensz pada 28 Februari 2025 mengalami hipotermia.
5 Pendaki asal Indonesia tersebut mengalami Hipotermia dalam perjalanan turun setelah melakukan summit.
Dua di antaranya bahkan meninggal dunia usai mengalami Hipoteremia di Teras 2 Puncak Carstensz.
Hipotermia merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami para pendaki saat naik ke puncak gunung.
Kondisi ini bahkan menjadi salah satu penyebab kematian di gunung selain cedera berat hingga efek Death Zone.
Meski sering dialami para pendaki yang sedang naik gunung, namun Hipotermia bisa terjadi di mana saja.
Dikutip dari situs resmi Rumah Sakit Siloam, Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh mengalami penurunan secara drastis di bawah 35 derajat celcius.
Saat mengalami Hipotermia, tubuh kehilangan panas lebih cepat dari pada kemampuannya menghasilkan panas.
Akibatnya, suhu tubuh menjadi sangat rendah hingga jauh di bawah suhu tubuh normal (37 derajat celcius).
Hipotermia merupakan kondisi darurat medis karena saat suhu tubuh turun, jantung, sistem syaraf dan organ lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik.
Artikel Terkait
Apa Itu Bipolar? Kenali Gejala Gangguan Kesehatan Mental yang Jadi Penyebab Pelajar SMA Lompat dari Lantai 3 Mall Paragon Solo
Apa Itu Clostridium Difficile? Kenali Penyakit Langka yang Dialami Inul Daratista dengan Gejala Parah
Jessica Iskandar Derita Pelengketan Plasenta Usai Melahirkan, Ternyata Begini Penyebab, Gejala, Hingga Pengobatan bagi Ibu Hamil yang Mengalaminya
Apa Itu Gagal Ginjal? Penyakit yang Diidap Pengacara Alvin Lim, Berikut Gejala, Penyebab hingga Pengobatannya
4 Perbedaan HMPV dan Covid-19, Sama-Sama Virus yang Menyerang Saluran Pernapasan hingga Miliki Gejala Seperti Flu
Barbie Hsu Meninggal Karena Pneumonia, Apa Itu? Berikut Gejala, Penyebab hingga Cara Mencegahnya