Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Hipotermia, Kondisi yang Sering Dialami Pendaki saat Naik Gunung, Penyebab, Gejala hingga Bahayanya

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 3 Maret 2025 | 06:04 WIB
Ilustrasi pendaki yang mengalami Hipotermia saat naik gunung (Freepik)
Ilustrasi pendaki yang mengalami Hipotermia saat naik gunung (Freepik)

Jika tidak cepat ditangani, Hipoteremia bisa menyebabkan jantung dan sistem pernapasan gagal dan terparah, menyebabkan kematian.

Penyebab Hipotermia

Dikutip dari situs resmi Mayo Clinic, paparan cuaca dingin atau perendaman dalam air dingin menjadi penyebab umum Hipotermia.

Baca Juga: 5 Pendaki Rombongan Fiersa Besari Alami Hipotermia saat Mendaki Puncak Carstensz, Sal Priadi: Semoga Kau Baik-Baik Saja Bung

Beberapa kondisi juga dapat memicu terjadinya hipotermia seperrti berada di lingkungan bersuhu rendah dalam waktu yang lama, memakai pakaian basah di cuaca dingin terlalu lama, hingga penggunaan AC secara berlebihan.

Gejala Hipotermia

Umumnya gejala Hipotermia berbeda-beda hingga dikategorikan menjadi 3, yakni gejala ringan, sedang hingga berat.

Gejala ringan Hipotermia (suhu 32-35 derajat celcius) biasanya menggigil, pucat, mati rasa, takikardia, respon menurun hingga kulit terasa dingin saat disentuh.

Baca Juga: Nyesek! Unggahan Istri Fiersa Besari Usai Rombongan Sang Suami Alami Insiden di Puncak Carstensz: Mari Kirim Doa

Sedangkan gejala Hipotermia Sedang (suhu 28-32 derajat celcius) antara lain kesadaran menurun, napas lambat, inkontinensia urine, denyut melambat hingga berhenti menggigil.

Lalu terakhir, gejala berat (suhu di bawah 28 derajat celcius) seperti tidak memberi respon saat diberi rangsangan, pernapasan melemah, denyut nadi melambat semakin parah, kaku otot hingga hilang kesadaran atau henti jantung.

Hipotermia cukup berbahaya, karena bisa menyebabkan sejumlah gangguna pada sistem saraf seperti kejang, amnesia hingga koma.

Bahkan yang terburuk, Hipotermia bisa menyebabkan kematian.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: siloamhospitals, mayoclinic.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X