Kamis, 4 Juni 2026

Kemunculannya Dianggap Meresahkan, Ini Asal Usul Sound Horeg yang Kerap Memicu Kontroversi Karena Merusak Bangunan Rumah Warga

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 07:30 WIB
Potret Sound Horeg yang menggelegar di beberapa wilayah Jawa Timur dan kerap menuai kontroversi di kalangan masyarakat. (Instagram/pojok_dampit_channel)
Potret Sound Horeg yang menggelegar di beberapa wilayah Jawa Timur dan kerap menuai kontroversi di kalangan masyarakat. (Instagram/pojok_dampit_channel)

 

Sketsanusantara.id - Sound Horeg kembali jadi sorotan publik usai beredar video viral yang terjadi di Jember, Jawa Timur.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @memomedsos pada hari Rabu, 9 Oktober 2024, tampak truk parade sound horeg tak bisa lewat hingga akhirnya para kru terpaksa merusak atap bangunan toko milik warga sekitar karena dianggap menghalangi jalan.

Kejadian tersebut sontak membuat warganet kesal, lantaran sound horeg lagi-lagi menuai kontroversi karena sering menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah warga.

Baca Juga: Sound Horeg Dianggap Meresahkan, Benarkah Sudah Masuk Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah di Malang?

Sebelumnya, parade sound horeg juga sempat menimbulkan kericuhan di Pati, Jawa Tengah lantaran suaranya yang sangat berisik dan menuai protes dari warga sekitar.

Tak sedikit warganet yang meluapkan amarahnya di media sosial dan mempertanyakan dari mana asal usul parade sound horeg ini yang sampai sekarang masih saja diperbolehkan beroperasi padahal dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat merugikan masyarakat.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Kamus Bahasa Jawa-Indonesia atau KBJI yang diakses dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, istilah kata "horeg" sendiri berarti berisik, bergerak atau bergetar.

Jika digabungkan dengan kata sound yang berarti suara, maka sound horeg merujuk pada parade musik yang digelar kalangan orang-orang dengan menggunakan sound system besar untuk menghasilkan getaran suara keras dan menggelegar.

Asal-usul sound horeg dikaitkan dengan tren adu sound system yang pertama kali terjadi di Malang dan berkembang di beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti Jember, Banyuwangi, bahkan kota-kota besar seperti Sidoarjo dan Surabaya.

Baca Juga: Meresahkan! Sound Horeg di Jember Rusak Warung Warga Agar Bisa Lewat, Netizen: SDM Rendah...

Awalnya, adu sound system ini digunakan untuk acara-acara tertentu seperti takbiran menjelang Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri.

Tren ini melibatkan parade sound system yang berkeliling dengan volume suara tinggi dan sering kali memutar musik dangdut, pop, atau lagu-lagu populer lainnya.

Keberadaan sound horeg ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X